Banyumas Raya

Perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia semakin seru, terutama yg bergerak di sektor peer to peer (P2P) lending. Salah sesuatu pemain baru di fintech ini adalah Danain.
- Menteri Rudiantara sindir perusahaan start-up tidak berani lepas saham di BEI
- 7 Ide bisnis cocok untuk generasi milenial yg ingin berwirausaha
- Potensi keuntungan usaha rintisan bidang perikanan masih besar
Unit bisnis Serba Mulia Group ini menjadi salah sesuatu fintech yg terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Per kuartal pertama tahun ini, baru 44 perusahaan fintech yg terdaftar di OJK.
Budiardjo Rustanto, CEO & Co-Founder Danain, mengakui pasar fintech makin ramai. Untuk itu, dibutuhkan diferensiasi yg dapat membedakan Danain dengan perusahaan fintech lainnya.
Jika P2P lending yg telah lebih lalu hadir menawarkan pendanaan dengan tenor panjang dan tak beragunan, maka Danain menjadi P2P lending beragunan pertama di Indonesia. Hal itu mampu membuat para investor merasa aman dengan investasinya, kata Budiardjo di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, Danain menggandeng mitranya, PT Mas Agung Sejahtera, perusahaan pegadaian swasta terbesar di Indonesia yg memiliki lebih dari 50 cabang. Lewat kemitraan tersebut, para peminjam bisa mengajukan pinjaman kepada mitra.
Selanjutnya, mitra kalian menyeleksi serta mulai menalangi pinjaman sesuai dengan nilai yg diagunkan oleh peminjam. Saat ini, agunannya adalah emas, perhiasan atau logam mulia yg harganya naik dan cenderung naik.
Nantinya, data peminjam mulai terkoneksi secara real time ke platform Danain, yg bisa diakses oleh pendana yg tertarik buat memberikan pinjaman. Dana pinjaman dari investor yg tertarik tersebut mulai ditransfer ke mitra pegadaian.
Sebagai pendatang baru, kata Budi, Danain mulai menyasar para investor yg selama ini melakukan investasi dengan cara menabung dan deposito.
Melalui Danain, kalian menawarkan mereka bunga yg lebih tinggi dibandingkan menabung dan deposito, yakni 8 persen dengan tingkat keamanan yg terjamin karena sifatnya beragunan dan tenor maksimal empat bulan, ucapnya.
Danain juga membidik captive market yg notabene selama ini menjadi pelanggan dari Mas Agung Sejahtera. Profil peminjam yg selama ini bertransaksi di Mas Agung Sejahtera sekitar 80 persen yaitu Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sisanya individu.
Rata-rata pinjaman di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 4 juta, dengan tingkat pengembalian 100 persen atau tak ada kredit macet, ucapnya.
Untuk edukasi pasar, Danain mulai melakukan sosialisasi sebanyak 12 kali di berbagai daerah hingga April 2019. Seperti Jakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, dan Bandung.
Melalui berbagai strategi itu, Danain mematok target 15 ribu investor hingga akhir 2018. Ke depan, perusahaan ini juga mulai menggandeng sejumlah mitra,yang tak cuma dari perusahaan pegadaian, tapi juga dari perusahaan atau lembaga multifinance yg sehat dan telah terdaftar di OJK.
[sya]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

