Banyumas Raya

Pocophone dikabarkan bakal menjadi senjata baru Xiaomi. Tentu saja di luar seri Mi dan Redmi. Direncanakan seri tersebut dipersiapkan buat masuk pasar Amerika Serikat. Menariknya adalah ternyata seri tersebut tidak cuma dipersiapkan bagi pasar Amerika Serikat. Melainkan pula di Indonesia.
- 12.144 Ponsel ilegal senilai Rp 18,2 miliar dimusnahkan, terbanyak iPhone dan Xiaomi
- Wawancara merdeka.com dengan Lei Jun, Founder and CEO Xiaomi Global
- Bos Xiaomi beberkan kunci sukses perusahaan
Hal itu diketahui dari situs Ditjen SDPPI, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai sertifikasi ponsel tersebut dan sudah lolos. Sertifikasi tersebut, terdaftar adalah PT Erajaya Swasembada. Adapun nama perangkat yg terdaftar dalam sertifikasi tersebut adalah Pocophone F1. Perangkat itu terdaftar bersama Xiaomi Redmi 6 dan Redmi 6A.
Selain di situs SDPPI, nama smartphone ini juga muncul di situs sertifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri Kemeterian Perindustrian. Di situs tersebut tertulis kode MI M1805E10A yg yaitu kode Pocophone. Smartphone ini memiliki nilai TKDN 30,03 persen.
Hanya saja, saat dikonfirmasi kepada pihak Xiaomi, mereka enggan menaggapinya. Country Manager Xiaomi Indonesia Steven Shi, justru menanyakan balik ke awak media yg melemparkan pertanyaan tersebut.
“Saya belum mendapat keterangan dari kantor pusat soal itu,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/7).
Sekadar informasi, Pocophone disebut memiliki ukuran 6,4 inci yg tampil lebih ringkas karena memiliki desain bezeless. Ada kemungkinan model yg disertakan masih berupa purwarupa karena disebut sebagai P2.
Lebih lanjut disebut, perangkat ini mulai memiliki RAM 6GB dengan opsi memori internal 64GB atau 128GB. Perangkat ini telah mendukung 256QAM LTE, GNSS GPS + GLONASS + Beidou + Galileo.
Berbekal keterangan itu, ada kemungkinan perangkat ini masuk dalam jajaran premium. Smartphone ini mulai menjalankan MIUI 9, tetapi spesifikasi yang lain dari perangkat ini masih misteri. [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

