Banyumas Raya

Menjadi seorang abdi negara memang menjadi sebuah kebanggaan sekaligus menjadi sebuah tanggung jawab yg besar. Contohnya polisi, dikarenakan tugasnya merupakan menjaga ketentraman masyarakat, mereka pun jadi sangat sibuk dan kadang kali mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Berikut ini ada empat macam gangguan kesehatan yg rentan dialami oleh polisi.
- Dalam beberapa hari beberapa wali kota Filipina ditembak mati orang tidak dikenal
- Kejanggalan tentang kembalinya Nining
- Daftar nama korban KM Lestari Maju
Research Professor of Epidemiology and Environmental Health, John M Violanti, PhD, dalam penelitiannya menyampaikan bahwa anggota kepolisian di Buffalo, Amerika Serikat, memiliki risiko lebih tinggi bagi mengalami masalah. Seakan hal ini menjadikan pekerjaan untuk pria tidak subur.

polisi 2018 liputan6.com
Beban kerja dan tugas malam yg dikerjakan anggota kepolisian berkontribusi pada peningkatan risiko kesehatan seperti penyakit metabolik, merupakan penumpukan lemak perut, hipertensi, resistensi insulin dan diabetes tipe 2, serta stroke, jelas Violanti.
1. Penumpukan lemak perut
Menurut dr Nadia Octavia dari KlikDokter, penumpukan lemak di perut tidak melulu terjadi akibat konsumsi makanan tinggi kalori. Keadaan ini juga mampu disebabkan oleh kurang tidur, stres, dan pengaruh lingkungan.
Seperti diketahui, polisi yaitu sekumpulan orang yg terus berjaga siang dan malam demi terwujudnya keamanan lingkungan. Hal ini mampu membuat mereka rentan kekurangan waktu tidur atau kesulitan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, yg pada akhirnya berkontribusi pada terjadinya stres.
Parahnya lagi, para anggota polisi mungkin juga kesulitan bagi membagi waktu kapan harus berolahraga dan menunaikan tugasnya. Pada akhirnya. penumpukan lemak di perut kerap tidak mampu dihindari.
Penumpukan lemak di perut itu sendiri yaitu salah sesuatu faktor risiko dari berbagai penyakit berbahaya, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
2. Hipertensi
Seperti sudah diungkit sebelumnya, tekanan darah tinggi adalah salah sesuatu penyakit yg terwujud dari adanya penumpukan lemak di perut. Berdasarkan penjelasan dr Anita Amalia Sari dari KlikDokter, risiko terjadinya persoalan kesehatan ini dapat menjadi lebih tinggi bila seseorang juga memiliki kebiasaan merokok, kurang olahraga, dan kadang stres.
Lebih lanjut, dr Anita menjelaskan bahwa seseorang dikatakan mengalami hipertensi bila tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg.
3. Diabetes tipe 2

polisi 2018 liputan6.com
Diabetes tipe 2 adalah penyakit metabolik yg terjadi akibat sel beta di pankreas tak memproduksi insulin dalam jumlah yg cukup, atau sel-sel tubuh tak memamerkan respons terhadap insulin yg diproduksi. Keadaan ini menyebabkan kadar gula darah di dalam tubuh cenderung tinggi.
Pada penderitanya, diabetes tipe 2 mampu menyebabkan gejala yg bervariasi. Umumnya berupa tidak jarang merasa haus, tidak jarang buang air kecil, penurunan berat badan tanpa sebab, rasa lapar yg ekstrem, badan lemas, pandangan kabur, dan luka yg tidak kunjung sembuh.
4. Stroke
Stroke yaitu salah sesuatu penyakit paling mematikan di dunia. Orang yg mengalami penyakit ini berisiko tinggi buat kehilangan nyawa. Kalaupun mampu bertahan, penderita sangat mungkin buat mengalami kecacatan.
Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A Damay, menjelaskan bahwa stroke bisa terjadi akibat pendarahan atau penyumbatan pada pembuluh darah. Faktor risiko dari penyakit ini meliputi kolesterol tinggi, adanya plak di pembuluh darah (aterosklerosis), kelebihan kadar lemak di dalam tubuh (obesitas), penyakit hipertensi yg tak terkendali, dan penyakit jantung bawaan.
Lebih jauh, dr Vito menjelaskan bahwa seseorang yg terkena stroke juga memiliki risiko yg lebih tinggi bagi mengalami penyakit jantung maupun serangan jantung. Ini karena stroke dan penyakit jantung memiliki faktor risiko serupa.
Melihat data medis yg ada di atas, kami seluruh harus sadar bahwa kesehatan itu sangat utama dan mahal harganya. Tanggung jawab pekerjaan memang utama juga, dan jangan sampai ditinggalkan. Namun alangkah baiknya kalau kami juga menjaga kesehatan. Misalnya dengan rutin berolahraga dan menjaga asupan makanan yg sehat.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

