Banyumas Raya

XL menyatakan sudah menyiapkan antisipasi terkait dengan erupsi Gunung Agung yg terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (2/7). Langkah antisipasi pengamanan jaringan tersebut dikerjakan agar seandainya sewaktu-waktu keadaan semakin memburuk, maka kualitas layanan kepada pelanggan masih dapat dijaga.
- Di Jakarta Marathon 2017, XL Axiata dukung siaran segera lewat jaringan 4,5G
- XL Axiata dan Bank Victoria hadirkan kemudahan buat pelanggan
- SMAN 6 Karawang rebut juara 1 AXIS Dance Competition 2017
Hingga ketika ini, jaringan XL Axiata di sekitar Gunung Agung masih dalam keadaan normal, termasuk belasan BTS di radius terdekat dengan pusat bencana juga tak mengalami gangguan.
Mochamad Imam Mualim, (Caretaker) VP East Region XL Axiata di Denpasar mengatakan, ketika ini terdapat lebih dari 30 unit BTS di seputaran Gunung Agung. Sekitar 12 unit BTS di antaranya berada di dalam radius 12 km.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya buat memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik, di antaranya dengan mengantisipasi ketersediaan pasokan listrik, dengan menyiapkan puluhan genset guna mendukung operasional BTS yg ada,” ujarnya.
“Pantauan kalian hingga ketika ini, segala jaringan kalian masih aman, dan layanan masih normal. Harapan kita keadaan Gunung Agung tak semakin memburuk, dan kalian juga mulai selalu melakukan pemantauan dan memastikan ke depannya keadaan jaringan tetap aman,” tambah dia.
Di sekitar Gunung Agung, bermukim lebih dari 10.000 pelanggan XL Axiata, yg tersebar baik di kota-kota terdekat, juga di desa-desa di kaki gunung. Antisipasi pengamanan jaringan yg dikerjakan XL Axiata ini telah dikerjakan sejak jauh-jauh hari karena dalam dua waktu belakangan setelah Gunung Agung dinyatakan dalam keadaan aktif. Tim XL Axiata di lapangan mulai selalu memantau perkembangan keadaan yg ada.
Dengan adanya warga yg harus mengungsi ke dua titik penampungan, XL Axiata juga sudah menyiapkan bantuan darurat bagi menolong meringankan beban mereka. XL Axiata mulai langsung mengirimkan bantuan darurat berupa sembilan bahan pokok dan obat-obatan, serta selimut.
Selain itu, juga mulai diberikan bantuan komunikasi berupa telepon umum gratis (TUG), kartu SIM, dan akses internet, di lokasi pengungsian. Sarana ini mulai dapat menolong kebutuhan komunikasi warga korban, dan juga mampu dimanfaatkan oleh aparat yg bertugas melakukan penanganan korban bencana. [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

