Banyumas Raya

Pasca-Pemilihan Kepala Daerah 2018 serentak di semua daerah di Indonesia, seorang konsultan sistem IT Pilpres 2019 Harry Sufehmi dibombardir panggilan misterius dari nomor luar negeri.
- 91% Form C1 KPU masuk, Ridwan Kamil unggul 979.831 suara dari Sudrajat
- Program Kartu Tani & OTT Bupati Tasdi penyebab Ganjar keok di Purbalingga
- Kolom kosong menang di Makassar, KPU tegaskan tidak pengaruhi legitimasi
Melalui akun Facebook-nya, Harry Sufehmi mengumumkan dirinya bakal sulit dikontak lantaran mendapatkan ratusan missed call per jam dari nomor-nomor luar negeri.
“Selain itu juga ada hacker yg berusaha menjebol akun Telegram aku via SMS hack. Yup, SMS kami dapat diakses orang lain,” kata Harry dalam akun Facebook-nya sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com, Kamis (28/6).
Parahnya lagi, menurut Harry, modus SMS hack ini mampu digunakan buat menjebol Facebook, WhatsApp, Telegram, hingga mobile banking.
Kendati begitu, Harry mengaku mampu mengatasi serangan bombardir ratusan missed call itu memakai sebuah aplikasi, yakni Truecaller.
Nomor-nomor Amerika Serikat yg membombardir nomor telepon Harry Sufehmi pun mampu diblokir memakai aplikasi Truecaller. Meski begitu, karena banyaknya missed call yg masuk, baterai smartphone-nya jadi cepat habis.
“Alhasil tidak jarang terpaksa aku disable SIM card dan koneksi internet via WiFi saja,” tulisnya diikuti sejumlah tangkapan layar berisi berbagai nomor yg coba menghubunginya.
Selain mendapat ratusan panggilan dari nomor telepon dengan awalan +001 yg berasal dari Amerika Serikat, Harry juga mengaku ada pihak tertentu yg memakai nomor teleponnya buat login masuk ke aplikasi pesan WhatsApp.
Upaya ini dibuktikan oleh Harry melalui tangkapan layar (screenshot) SMS dari pihak WhatsApp berisi kode One Time Password (OTP) bagi masuk ke layanan pesan punya Facebook tersebut.
Kendati begitu, ketika coba mengontak Harry bagi menanyakan tentang rincian upaya peretasan yg dialaminya melalui akun Twitter, kalian belum mendapatkan tanggapan.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

