Banyumas Raya

Jakarta – Ternyata banyak penyebab timbulnya penyakit Dermatitis Atopik atau biasa disebut eksim. Ini mungkin kelihatan sepele dan ringan. Namun, ternyata dapat timbul dan hilang secara berkala.
Masih belum bisa seluruhnya dikenali dengan pasti, namun 50 persen penyebabnya berasal dari faktor eksternal seperti keadaan lingkungan sekitar yg terlalu kering, bahan pencetus iritasi kulit seperti macam sabun atau deterjen tertentu, debu, rumput serta serbuk dari tumbuhan berbunga (pollen). Sementara 50 persen penyebab lainnya dicetuskan oleh makanan.
Ada sekitar delapan makanan penting yg dianggap mampu mencetus alergi atau yg umumnya dikenal sebagai The Big 8, yaitu, susu, telur, ikan , macam makanan laut tertentu seperti udang misalnya, gandum, kacang tanah, kacang kedelai serta kacang pohon seperti, walnut, almond, hazelnut, cashew dan pistachio.
“Susu atau alergen protein susu sapi, menjadi salah sesuatu pencetus paling umum di dunia dengan angka kejadian yg mencapai 2 hingga 7,5 persen yg mana 0,5 persen terjadi pada Si Kecil yg masih mendapatkan ASI eksklusif,” kata Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir,Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (29/05/2018).
Masih menurutnya, salah sesuatu pencegahan alergi terhadap makanan dapat dikerjakan dengan memperkenalkan berbagai macam makanan sedini mungkin, memberikan ASI secara eksklusif, atau seandainya bunda tak bisa memberikan ASI, anak mampu diberikan susu yg sudah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial.
Untuk itu Morinaga memiliki program tetap merupakan Morinaga Allergy Solution yg yaitu solusi alergi buat Si Kecil melalui sinergi nutrisi yg tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang. Morinaga Allergy Solution terdiri dari tiga keunggulan, yg pertama adalah solusi nutrisi buat mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi.
Kedua adalah tersedianya produk nutrisi bagi anak dari lahir sampai usia 12 tahun. Ketiga adalah sinergi nutrisi yg tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth.
“Menurut hasil survey, terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak usia antara 1-3 tahun yg alergi susu sapi, 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan Chil Kid Soya sebagai solusi terbaik alergi. Artinya, Chil Kid Soya sesuai bagi konsumsi Si Kecil yg alergi dan memiliki nutrisi yg diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi bagi tumbuh kembang Si Kecil,” ujar Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

