Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Musisi rock John Paul Ivan merasa gerah lantaran namanya dicatut sebagai pencipta lagu bertema politik yg berjudul 2019 Ganti Presiden.
- Ini foto Adara Taista, menantu Hatta Rajasa semasa sehat hingga hari-hari terakhir
- Cucu Aa Gym meninggal dunia setelah kembali dari Yaman
- Kondisinya dikabarkan memburuk, Jet Li tampak bugar & penuh senyum di foto terbaru
Terkait hal ini, John Paul Ivan tidak mau berlama-lama. Hari ini ia dan kuasa hukumnya mendatangi Bareskrim Mabes Polri.

John Paul Ivan KapanLagi.com/Hendra Gunawan
“Jadi aku tiba ke sini melaporkan persoalan fitnah sama pencatutan nama saya.
Media pribuminews.co.id memberitakan bahwa di situ aku menciptakan sebuah lagu,” kata John ketika ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).
“Tapi itu berita bohong, fitnah. Jadi aku waktu melihat berita awal itu aku marah, ini apa-apaan nih. Terus kayaknya ini memang harus ditindak. Makanya aku hari ini tiba ke sini buat melaporkan persoalan pencatutan nama itu,” lanjutnya. Ia juga menyebutkan bahwa pribuminews.co.id adalah media pertama yg mengabarkan berita yg ia anggap bohong.
Tak tiba dengan tangan kosong, John dan kuasa hukumnya tiba dengan membawa sejumlah bukti. “Banyak. Banyak. Yang capture-capture itu,” sebutnya.
Bukan cuma masalah pencatutan nama saja yg membuatnya geram, namun juga isi dari lagu tersebut.
“Baca ajalah sendiri. Itu kan telah ada. Itu bukan lagu aku sebenarnya. Ya jadi aku tak terlibat dari pembuatan. Menurut aku bukan aku (membuat) lagu yg tak ada integritasnya. Kami sebagai seniman kan dalam membuat lagu memberikan message. Kami milik tanggung jawab moral, enggak dapat seenaknya sendiri yang berasal nulis isinya sembarangan.”

John Paul Ivan KapanLagi.com/Hendra Gunawan
Meski media tersebut sudah membuat klarifikasi, masih ada sesuatu hal lagi yg membuatnya kesal. John mengatakan bahwa pihak media terkait tak pernah menghubunginya secara segera sehubungan dengan persoalan ini. “Mereka udah membuat klarifikasi dari pemberitaan. Mereka tulis ini salah. Tapi enggak mampu begitu. Mereka juga enggak pernah hubungin saya, jadi masalah ini kayaknya memang harus dikasuskan. Harus ditindak. Jangan sampai ada korban lain. Cukup sampai di aku aja,” tegasnya.
Saking kesalnya John menyapaikan bahwa meskipun pada akhirnya media tersebut meminta maaf kepadanya, ia tak mulai mencabut laporannya! “Enggak, aku mau lanjutin terus. Harus ada efek jera. Jangan sampai ada kayak beginian lagi. Harus dikasusin ini. Saya enggak ada mundur atau mencabut laporan!”
Akibat masalah ini, John merasa mengalami sejumlah kerugian. Di antaranya, “Banyak. Secara moril banyak. Keluarga, perasaan saya. Kalau kami lihat komentar orang-orang, itu banyak sekali mereka ngomong tetapi sebenarnya bukan itu. Jadi memberikan satu hal yg berlawanan.”
“Terus dari segi bisnis ya kan pasti juga ada (kerugian). Saya harusnya melakukan ini itu dalam hal berkesenian. Akhirnya enggak mampu karena aku harus ngurusin ini. Banyak yg dipendinglah istilahnya. Tapi yg penting adalah perasaan. Saya enggak terima, sampai keluarga juga terusik,” sambungnya.

John Paul Ivan KapanLagi.com/Hendra Gunawan
“Orang di sini (di Indonesia) kan bebas menyuarakan, milik hak bebas. Kita negara demokrasi. Cuma ya harus tahu caranya kalau ini kan caranya enggak bener. Milih ini milih itu urusan pribadi masing-masing,” pungkas John.
Sang kuasa hukum, Angga JS, yg mendampingi John Paul Ivan pun turut buka suara.
“Hari ini kalian telah resmi membuat laporan. Jadi yg menjadi fokus kita itu pencemaran nama baik melalui media elektronik. Pasalnya 310 dan 311 KUHP,” ujarnya.
Melanjutkan pernyataannya, John menceritakan bahwa untungnya ia tak di serang netizen karena lagu bernuansa politis ini. Sebaliknya ia justru mendapatkan banyak dukungan.
‘Enggak. Kalau aku lihat malah banyak mendukung. Mereka malah ngerti kalau itu bukan saya. Netizen itu lebih banyak mendukung aku bahwa enggak mungkin aku bikin lagu kayak begitu. Lagu yg istilahnya untuk aku tuh enggak asik.”
Menutup statementnya, John Paul Ivan mengaku tidak mengetahui siapakah pencipta asli lagu tersebut. Ia memilih buat menyerahkan hal tersebut kepada pihak penyidik.
“Saya enggak tahu tetapi disitu ditulis ada konfirmasi lagi dari pribuminew.co.id bahwa yg bikin lagu si A. Tapi aku tak tahu pencipta aslinya siapa, maksud dan tujuannya apa. Itukan belum terungkap biar nanti penyidik.”
Wah, kami tunggu saja kelanjutan John Paul Ivan perihal pencatutan namanya di berjudul 2019 Ganti Presiden ini ya!
Sumber: KapanLagi.com [feb]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com


