Banyumas Raya

JAKARTA, – Hasil survei Indikator Politik Indonesia memamerkan tingkat kepuasan warga Jawa Tengah terhadap kinerja Presiden Joko Widodo ( Jokowi) tinggi. Tercatat 71 persen responden puas dengan kinerja Jokowi.
Peneliti Indikator Politik Indonesia Kuskridho Ambardi menyebut, sebanyak 13 persen responden di Jateng sangat puas dengan kinerja Jokowi. Adapun 15 persen responden kurang puas dan 1 persen menyatakan tak puas sama sekali.
“Optimisme atas kemampuan Jokowi buat memimpin lebih baik lagi ke depannya, stabil sangat tinggi,” kata Kuskridho dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/5/2018).
Baca juga: Survei Indikator: Hampir 50 Persen Warga Jateng Pilih Jokowi dalam Pilpres
Kemudian, responden pun diajukan pertanyaan mengenai keyakinan atas kemampuan Jokowi buat memimpin.
Hasilnya, 62 persen responden di Jateng percaya dengan kemampuan kepemimpinan mantan Walikota Surakarta tersebut.
Sebanyak 20 persen responden menyatakan sangat yakin. Adapun 15 persen responden menyatakan kurang yakin, 1 persen tak percaya sama sekali, dan 5 persen tak tahu.
Baca juga: Survei Charta Politika: Elektabilitas Jokowi 51,2 Persen, Prabowo 23,3 Persen
Terkait indikator kinerja berupa membuat harga-harga kebutuhan pokok terjangkau warga pada umumnya, 40 persen responden menyatakan semakin baik, 31 persen menyatakan tak ada perubahan, dan 29 persen menyatakan semakin buruk.
Adapun soal indikator kinerja berupa membuat pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit terjangkau oleh warga, 79 persen responden menyatakan semakin baik. Adapun 14 persen menyatakan tak ada perubahan dan 6 persen menyatakan semakin buruk.
Kemudian, terkait indikator berupa membuat sekolah dan perguruan tinggi terjangkau oleh warga, 68 persen responden menyatakan semakin baik, 17 persen menyatakan tak ada perubahan, dan 9 persen menyatakan semakin buruk.
Baca juga: Survei Indikator: Kepuasan dan Keyakinan kepada Jokowi Lebih dari 70 Persen
Terakhir, soal indikator kinerja membangun jalan-jalan umum, sebanyak 84 persen responden menyatakan semakin baik. Adapun 9 persen menyatakan tak ada perubahan dan 6 persen menyatakan semakin buruk.
Survei melibatkan sebanyak 820 responden di Jawa Tengah. Survei dikerjakan dengan wawancara tatap muka langsung.
Metode yg digunakan adalah multistage random sampling. Adapun toleransi kesalaham (margin of error) mencapai sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Temuan survei adalah selama periode 12-21 Maret 2018. Survei tersebut, kata Kuskridho, didanai oleh dana internal Indikator Politik Indonesia.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

