Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan target kapasitas komputasi hingga 1 gigawatt (GW) atau 1.000 megawatt (MW) dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
Proyek tersebut bernama Zankore by Indosat, yang dikembangkan melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.
Dengan kapasitas yang direncanakan mencapai 1 GW, fasilitas ini berpotensi menjadi salah satu infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di kawasan Asia Tenggara.
Pembangunan Dimulai 2027
Pembangunan Zankore by Indosat direncanakan dimulai pada paruh pertama 2027.
Pada tahap awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 200 MW. Kapasitas kemudian akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW dalam waktu sekitar tiga tahun.
Skala tersebut menunjukkan semakin seriusnya Indonesia membangun fondasi komputasi untuk memenuhi kebutuhan AI yang diperkirakan terus meningkat.
Kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi berperforma tinggi memang menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan AI. Model AI generatif dan berbagai aplikasi berbasis AI membutuhkan daya komputasi, penyimpanan, jaringan, serta sistem pendinginan dalam skala besar.
Bukan Sekadar Data Center
AI Factory berbeda dari pusat data konvensional.
Jika data center pada umumnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pemrosesan data, AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan.
Infrastruktur tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari GPU berperforma tinggi, jaringan berkecepatan tinggi, penyimpanan data, GPU-as-a-Service hingga pengelolaan workload AI.
Artinya, fasilitas di Batang nantinya tidak hanya menjadi lokasi bagi server dan perangkat komputasi, tetapi juga dapat menjadi infrastruktur penting untuk pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.
Akan Menjadi Rumah Sahabat-AI
Salah satu komponen penting dalam ekosistem Zankore adalah Sahabat-AI, model bahasa besar atau large language model (LLM) open-source yang dikembangkan untuk kebutuhan Indonesia.
Sahabat-AI disebut memiliki 70 miliar parameter dan dirancang untuk memahami serta mendukung Bahasa Indonesia maupun sejumlah bahasa daerah.
Bahasa yang ditargetkan antara lain:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Jawa
- Bahasa Sunda
- Bahasa Bali
- Bahasa Batak
Dengan dukungan infrastruktur komputasi berskala besar, model AI lokal tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan.
AI Bisa Dimanfaatkan UMKM hingga Pemerintah
Zankore by Indosat juga dirancang menyediakan layanan Token-as-a-Service.
Konsep tersebut memungkinkan kapasitas pemrosesan AI dimanfaatkan oleh lebih banyak pihak tanpa harus membangun infrastruktur komputasi sendiri.
Penggunanya dapat mencakup pengembang aplikasi, pelaku UMKM, pemerintah, hingga masyarakat yang membutuhkan layanan berbasis kecerdasan buatan.
Dengan model seperti ini, pembangunan AI Factory tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan perusahaan teknologi berskala besar, tetapi juga diharapkan dapat memperluas akses terhadap teknologi AI.
Pemerintah Dorong Indonesia Jadi AI Hub
Pemerintah melihat pembangunan AI Factory sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan teknologi AI di kawasan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut rencana pembangunan tersebut telah dipersiapkan sejak beberapa tahun sebelumnya dan telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan infrastruktur komputasi AI dalam skala besar dinilai dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun ekosistem AI nasional.
Indonesia tidak hanya ditargetkan menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan, menyediakan, dan melayani kebutuhan komputasi AI di kawasan Asia Tenggara.
Tantangan Besar Menanti
Meski memiliki potensi besar, pembangunan AI Factory berkapasitas hingga 1 GW bukan proyek sederhana.
Besarnya kebutuhan komputasi akan beriringan dengan kebutuhan energi yang sangat besar. Selain pasokan listrik, fasilitas tersebut membutuhkan jaringan telekomunikasi yang andal, sistem pendinginan, keamanan siber, perlindungan data, serta sumber daya manusia dengan keahlian teknologi tinggi.
Pengembangan ekosistem bisnis juga menjadi faktor penting agar kapasitas komputasi yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas pusat komputasi yang berhasil dibangun, tetapi juga oleh kemampuan Indonesia membangun ekosistem pendukung di sekitarnya.
Batang Berpotensi Jadi Pusat AI Regional
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, AI Factory Zankore by Indosat di Batang dapat menjadi salah satu proyek infrastruktur teknologi terbesar di Indonesia.
Kapasitas awal sekitar 200 MW akan menjadi pijakan menuju target 1 GW dalam tiga tahun.
Dengan hadirnya GPU berperforma tinggi, layanan komputasi AI, pengembangan Sahabat-AI, serta dukungan ekosistem teknologi nasional, Batang berpeluang memainkan peran penting dalam perkembangan industri AI Indonesia.
Lebih jauh, proyek ini dapat menjadi salah satu langkah strategis Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai AI Hub di Asia Tenggara.


