Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Pakar militer dan strategi, Kolonel (Purn) Hatem Karim Al-Falahi, menegaskan bahwa Israel terus melakukan apa yang ia sebut sebagai “arogansi militer” di Jalur Gaza tanpa adanya mekanisme pertanggungjawaban.
Menurut dia, pemboman harian yang terjadi bukanlah kesalahan insidental, melainkan tindakan yang dirancang dan dilakukan secara sistematis.
Dalam analisis militernya di kanal Al Jazeera, Al-Falahi menyatakan bahwa ketiadaan kerangka baku untuk penegakan gencatan senjata.
Ditambah absennya akuntabilitas internasional, telah mendorong Israel untuk terus melanggar kesepakatan penghentian perang di Gaza.
Pada Jumat malam, pasukan pendudukan Israel menggempur sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat pengungsian warga sipil di kawasan At-Tuffah, timur Kota Gaza.
Serangan tersebut terjadi di luar wilayah yang, berdasarkan perjanjian penghentian perang, berada di bawah kendali Israel.
Akibat serangan itu, 5 warga Palestina—termasuk anak-anak—tewas, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Al-Falahi menjelaskan bahwa satu proyektil artileri saja dapat memercikkan serpihan hingga radius lebih dari 250 meter.
Sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, terutama jika menghantam kawasan yang padat penduduk.
Dalam laporan terpisah, koresponden Al Jazeera Shadi Shamiya mengungkapkan rincian serangan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa lokasi yang menjadi sasaran berada di kawasan At-Tuffah, wilayah yang secara teknis berada di luar kendali militer Israel dan di luar garis pembatas yang dikenal sebagai “garis kuning”.
Shamiya menambahkan bahwa peluru artileri Israel justru menghantam area yang seharusnya aman.
Bahkan, pada saat serangan terjadi, sebuah pesta pernikahan sedang berlangsung di lantai dua gedung sekolah tersebut.
Menanggapi hal ini, Al-Falahi menegaskan bahwa sejak awal Israel tidak pernah sepenuhnya mematuhi seluruh klausul perjanjian gencatan senjata.
Ia menunjuk fakta bahwa Jalur Gaza hampir setiap hari masih menjadi sasaran serangan udara maupun tembakan artileri.
Pola yang sama, menurutnya, juga diterapkan Israel di front Suriah dan Lebanon, meskipun terdapat kesepakatan resmi untuk menghentikan permusuhan.
Penolakan terhadap peran Turki
Terkait penolakan Israel terhadap keikutsertaan pasukan Turki dalam rencana pembentukan pasukan internasional di Gaza, Al-Falahi menilai Tel Aviv memandang pengaruh Iran di Suriah kini telah digantikan oleh pengaruh Turki.
Karena itu, Israel—menurut Al-Falahi—tidak menginginkan Turki memainkan peran apa pun dalam pasukan internasional yang direncanakan akan ditempatkan di Gaza.
Meskipun Turki merupakan kekuatan regional yang signifikan dan memiliki pengaruh besar di kawasan.
Ia juga menyoroti kebijakan Israel yang terus menghambat masuknya obat-obatan, bahan pangan, dan tenda pengungsian ke Gaza, sembari tetap melakukan operasi pembunuhan terarah tanpa adanya konsekuensi hukum.
Al-Falahi memperingatkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang saat ini menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC)—bersama kelompok sayap kanan ekstrem, berupaya melanjutkan operasi militer dengan dalih “mencapai tujuan perang” di Gaza.
Dalam prosesnya, mereka berusaha menciptakan dalih untuk menuduh Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata.
Keraguan internasional
Menurut Al-Falahi, banyak negara menolak atau ragu mengirimkan pasukan ke wilayah tersebut karena mereka memahami bahwa Israel tidak akan berkomitmen pada kesepakatan penghentian perang.
Ia mengingatkan bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) telah mendokumentasikan ribuan pelanggaran udara yang dilakukan Israel.
Sebuah fakta yang memunculkan kekhawatiran akan terulangnya skenario serupa di Gaza.
Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan yang mengakhiri perang genosida di Jalur Gaza.
Berdasarkan data Kantor Media Pemerintah Gaza, Tel Aviv telah melakukan sekitar 738 pelanggaran, menewaskan sedikitnya 400 warga Palestina.
Perang genosida Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina dan melukai sekitar 171.000 lainnya, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.
Selain itu, perang tersebut meninggalkan kehancuran besar, dengan biaya rekonstruksi yang diperkirakan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencapai sekitar 70 miliar dollar AS.
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
PARIS – Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa sejak...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada...
Narasi yang menyebut pemerintah Amerika Serikat “tiba-tiba membuka rahasia UFO” pada 2026...
Beijing — Inovasi di bidang bioteknologi terus berkembang pesat. Terbaru, ilmuwan di...