Banyumas Raya

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari menjamin, tak ada kebocoran data dari sistem yg ada. Ia memastikan 87 juta data pengguna itu termasuk salah satunya Indonesia, adalah bentuk pelanggaran yg dikerjakan oleh pihak ketiga melalui aplikasi.
“Tidak ada kebocoran data dari sistem Facebook sendiri. Ini bentuk pelanggaran pihak ketiga dan bentuk kegagalan kami. Dan kita minta maaf buat kejadian tersebut,” kata Ruben ketika pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (17/4).
Menurutnya, sejauh ini pihaknya tengah meninjau kembali data-data yg disalahgunakan dan mulai mengatakan perkembangan terkini terkait peninjauan menyeluruh tersebut.
“Kami juga ingin sampaikan kembali bahwa Facebook tak pernah menyetujui penggunaan data oleh Cambridge Analytica yg diperoleh dari aplikasi Dr. Kogan. Dr. Kogan dan Cambridge Analytica bertindak sebagai pengendali data pihak ketiga yg independen, dan menentukan tujuan dan cara memproses data yg mereka peroleh,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, Facebook mengakui bahwa terdapat 87 juta data yg dimungkinkan disalahgunakan oleh CA. Dari 87 juta data yg kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada dua negara termasuk Indonesia.
Indonesia masuk urutan ketiga data yg disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yg kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia. [ara]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

