Banyumas

Ikan Endemik di Sungai Serayu Banyumas Terancam Punah

Share
Share

BANYUMAS – Jenis-jenis endemik ikan di perairan Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terancam punah akibat pencemaran lumpur dari Bendungan Mrica Banjarnegara sejak pekan lalu. Lumpur dari bendungan tersebut menyebabkan kematian massal ribuan ikan di Sungai Serayu.

Menurut Ahli Pencemaran Perairan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Nuning Vita Hidayati, ada banyak ikan di sungai Serayu, baik ikan introduksi maupun ikan endemik.

Ikan introduksi di antaranya Nila dan Bawal. Sedangkan ikan endemik Serayu yakni Senggaringan, Baceman, Keting, Brek, Boso, Pelus, dan Kekel.

“Dengan kondisi Sungai Serayu sekarang, yang merupakan habitat ikan endemik, ikan-ikan tersebut berada diambang kepunahan,” ujar Nuning kepada Republika, Ahad (10/4/2022).

Padahal, kondisi perikanan di Sungai Serayu, semakin membaik karena terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk memiliki tanggung jawab atas pengelolaan Sungai Serayu bersama-sama dengan pihak terkait. Masyarakat juga hanya mengambil ikan di sungai sekedar yang dibutuhkan, tidak menggunakan alat tangkap masal dan dilakukan tidak sepanjang tahun tetapi hanya pada waktu tertentu, yaitu pada mangsa kapapat (akhir musim kemarau awal musim hujan).

Dengan kejadian ini, yang mengakibatkan mabuk dan kematian massal ikan, menjadi keprihatinan akan kondisi sungai. Dr. Nuning menegaskan, langkah memulihkan ekosistem sungai Serayu harus segera dilakukan meskipun hal tersebut sulit dan butuh waktu lama.

“Peningkatan kualitas air dan restorasi merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas ekosistem sungai,” ujarnya.

Salah satu hal yang saat ini perlu dilakukan adalah perkayaan jenis asli yang ada (enrichment) melalui penebaran benih ikan. Hal ini sebagai upaya restocking demi melestarikan ikan endemik Serayu, dan ini merupakan kegiatan rutin tahunan mahasiswa Unsoed bersama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bahkan telah memilih Sungai Serayu sebagai salah satu sasaran restocking yang dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian populasi ikan lokal.

Akan tetapi, waktu untuk mengembalikan kembali ekosistem sungai bisa membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.

“Hasil penelitian studi kasus di sungai Rhine, Eropa butuh waktu 13-15 tahun untuk mengembalikan komunitas ikan dan tren habitat,” kata Nuning.

Sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein telah menuntut ganti rugi terhadap PT Indonesia Power Mrica selaku pengelola Bendungan Mrica Banjarnegara. Ia mengkritisi tidak adanya koordinasi dari pihak Indonesia Power dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu (BBWS) Serayu Opak dan Pemkab Banyumas.

“Jadi dari PLTA ini tidak ada koordinasi dengan BBWS Serayu Opak. Karena mungkin panik atau bagaimana jadi tanpa kordinasi,” ujar Bupati Banyumas usai pertemuan dengan pihak PT Indonesia Power Mrica di Ruang Joko Kahiman, Purwokerto pada Jumat (8/4/2022).

Menurut Bupati, insiden pencemaran lumpur ini telah mengakibatkan beberapa nelayan kehilangan mata pencarian dari pencari ikan. Dengan terdamparnya ribuan ikan yang mati, warga setempat pun berbondong-bondong memanen ikan-ikan tersebut.

Dia mengatakan bahwa pihak Indonesia Power berkomitmen untuk mengganti kerugian akibat matinya ikan di Sungai Serayu. Jumlah ganti rugi akan dihitung terlebih dahulu oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkanak) Kabupaten Banyumas.

Share
-Sponsored-
ads image

Hot Topic

EkonomiNasional

Jateng Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar, 710 Hektare dan 30.000 Ekor

Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan RI Tak Butuh Bantuan IMF, APBN Diklaim Masih Kuat

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....

EkonomiJawa Tengah

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga

Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...

EkonomiNasional

Kontrak Rp10,8 Triliun Digelontorkan, 20.600 Truk Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih

Jakarta — Proyek logistik berskala besar mulai digerakkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Nilainya mencapai Rp10,83 triliun, dengan pengadaan 20.600 unit...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

EkonomiNasional

27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

Jakarta — Pemerintah memastikan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih siap beroperasi pada April 2026. Program ini menjadi langkah...

BanjarnegaraBisnisEkonomi

Banjarnegara Extravaganza 455: Hiburan Rakyat Picu Ledakan Ekonomi Lokal

Banjarnegara — Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara pada puncak perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, Sabtu malam (4/4/2026). Gelaran bertajuk Banjarnegara Extravaganza ini...

Ekonomi

Pemerintah Terapkan WFH satu hari demi hemat BBM, Dinilai Efisiensi Tak Signifikan

Jakarta — Kebijakan pemerintah yang mewacanakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, hingga pelajar...

EkonomiNasional

‘Senjata’ Prabowo Bidik Ekonomi 8%: MBG, Kopdes Merah Putih hingga 3 Juta Rumah

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% hingga 2029, naik signifikan dari capaian saat ini yang masih berada di...

EkonomiInternasional

Public Investment Fund (PIF): Mesin Investasi Raksasa Arab Saudi yang Mengubah Peta Ekonomi Global

Riyadh — Dalam beberapa tahun terakhir, nama Public Investment Fund (PIF) semakin sering muncul dalam berbagai berita ekonomi global. Dana investasi milik pemerintah...

-Sponsored-
ads image
BisnisEnergiNasional

Viral Curhatan Pelaut RI: Kapal Pertamina di Selat Hormuz Disebut Tanpa Kru WNI Semua Pekerja Dari India

Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

BisnisCilacap

Paragraf Coffee Service, Bisnis Kopi Tanpa Grand Opening, Kenapa Justru Lebih Laris di Cilacap?

Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...

BanjarnegaraBisnis

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Banjarnegara Raup Untung dari Panen Melimpah

Banjarnegara — Harga cabai yang melonjak hingga Rp85 ribu–Rp100 ribu per kilogram membawa berkah bagi para petani di Desa Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok,...

BanjarnegaraBisnisEkonomi

Banjarnegara Extravaganza 455: Hiburan Rakyat Picu Ledakan Ekonomi Lokal

Banjarnegara — Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara pada puncak perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, Sabtu malam (4/4/2026). Gelaran bertajuk Banjarnegara Extravaganza ini...

BisnisCilacap

Wisata Petik Melon Premium Organik di Mernek, Maos, Cilacap, Gratis Masuk Saat Lebaran

Cilacap — Alternatif wisata keluarga saat momen Lebaran hadir di Kabupaten Cilacap. Sebuah program wisata petik melon premium organik langsung dari greenhouse digelar...

Bisnis

Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini, Tiket Mulai Rp15 Ribu

Tangerang - Inovasi baru di sektor ritel dan hiburan hadir dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart. Perusahaan ini menggandeng Layar Digi...

BencanaNasional

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Januari 2026, Gubernur Mualem: Masih Ada Wilayah Terisolasi

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk ketiga kalinya. Perpanjangan ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai...

Related Articles
BanyumasPurwokerto

Resmi! Rumput Alun-alun Purwokerto Kini Bisa Diduduki Pengunjung

BANYUMAS — Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi memperbolehkan masyarakat untuk duduk dan beraktivitas...

Banyumas

Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF, Ini Alasannya

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan pinjaman...

BanyumasPurwokerto

Moro Purwokerto Diakuisisi Rp120 Miliar, Bakal Disulap Jadi Plaza Modern

Banyumas — Pusat perbelanjaan legendaris Moro Purwokerto resmi berpindah kepemilikan ke Rita...

Banyumas

Wisatawan Terjebak Banjir di Curug Gomblang Banyumas, Ini Kronologi dan Proses Evakuasinya

Banyumas — Sebuah video yang memperlihatkan wisatawan terjebak di tengah aliran deras...