Banyumas Raya

Bagi Anda yg yaitu mahasiswa serta dosen di bidang IT atau Teknologi Informasi, dan tertarik buat mengajukan beasiswa, maka ada perusahaan besar yg mulai mengakomodir Anda. namun tentunya Anda harus tertarik soal programming Android.
- Ikan patin Indonesia ingin jadi ‘raja’ di dunia
- 6 Smartphone papan atas yg lahir di awal 2018
- Menkumham soal masalah air Novel: Kasih kepercayaan pada Polri
Dikutip dari Google Blog, melalui program ini Google ingin mengembangkan komunitas pengembang aplikasi di Indonesia yg jumlahnya masih relatif kecil.
Tujuan dari pengembangan ini juga buat mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia yg memiliki potensi sangat besar, terutama mengingat penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 50 persen atau sekitar 133 juta pengguna.
Google bekerja sama dengan platform Dicoding buat memberikan 1.000 beasiswa yg memberikan pengajaran selama 90 hari secara online serta dibimbing oleh Dicoding dan para ahli dari Google yg dikerjakan secara profesional.
Dalam masa belajar 90 hari mulai ada 125 modul, 25 video, dan 24 kuis yg disediakan dalam Bahasa Indonesia.
Adapun materi yg dibahas adalah cara membangun aplikasi melalui modul Testing, Debugging, Application, Application UX, Fundamental Application Components, Persistent Data Storage, dan Enhanced System Integration.
Setelah selesai menuntaskan pelatihan, para lulusan mulai menerima sertifikat picodiploma dari Dicoding.
Program ini adalah bagian dari realisasi janji CEO Google Sundar Pichai ke Presiden Joko Widodo buat melatih 100.000 pengembang aplikasi di Indonesia sampai dengan 2020.
Bila Anda tertarik mendaftar Beasiswa GoogleBeasiswa Google ini, klik di siniklik di sini.
Android Kejar
Bila beasiswa Google bersama Dicoding diperuntukan buat kalangan akademisi, maka Google juga menyiapkan Indonesia Android Kejar bagi kalangan umum secara gratis.
Program mulai dilaksanakan secara online dan offline. Peserta pun tak perlu minder bila tak milik latar pendidikan di bidang komputer, sebab mulai ada pembagian kelas dari yg pemula (beginner), menengah (intermediate), dan lanjutan (advanced).
Bagi peserta pemula, mulai diperkenalkan tentang sistem Android dan cara membuat aplikasi dengan sistem operasi tersebut.
Setelah sukses diadakan pada 2017, rencananya Indonesia Android Kejar mulai dilaksanakan lagi pada pertengahan 2018.
Bila kamu tertarik dengan program ini, kamu mampu baca lebih lanjut dengan klik di siniklik di sini.
Indonesia bersiap unggul di sektor ekonomi digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, optimistis pada potensi ekonomi digital di Indonesia. Ia menjelaskan pemerintah selalu berusaha memperkuat berbagai sektor agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Dari segi infrastruktur, katanya, salah sesuatu yg tengah digenjot oleh pemerintah adalah penyelesaian proyek pembangunan serat optik nasional Palapa Ring yg ditargetkan rampung pada akhir 2018 atau paling lambat awal 2019.
Dari sisi SDM, pemerintah kemungkinan mulai lebih mempermudah tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Hal ini agar pelaku bisnis digital di Indonesia, khususnya startup, dapat mendapatkan wawasan dan ilmu baru yg mungkin terbatas di sini.
“Kita telah bersiap (ekonomi digital terbesar). Untuk SDM, kemungkinan mulai mempermudah tenaga kerja asing yg milik kemampuan tertentu saja, tak semuanya,” jelas Rudiantara.
Rudiantara sendiri meminta adanya nilai tambah seperti dengan menjaring tenaga kerja lokal bagi bekerja di perusahaan tersebut. Terutama tentunya, kaum milenial, kaum yg juga getol buat mencari beasiswabeasiswa. Ini adalah aplikasi yg sama dengan perusahaan teknologi asing yg ingin membuka usaha di Indonesia lainnya.
Sumber: Liputan6.com
[idc]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

