Banyumas Raya

Pengamat marketing, Yuswohady, turut berpendapat terkait aplikasi transportasi baru, ANTERIN. Menurutnya, munculnya pemain baru dengan konsep yg berbeda, patut diacungi jempol.
- Memperkenalkan keunggulan ANTERIN, supir Uber sampai kepincut
- Go-Jek siap ekspansi
- Marketplace industri tekstil ini sebut milik fitur terbaru
Sebab di tengah persaingan yg ketat antara Go-Jek dan Grab, ANTERIN bisa memberikan alternatif keunggulan yang lain yg tak dimiliki pemain sebelumnya. Salah satunya soal harga.
“Ini bagus ya, ada pemain baru. Dari tiga pemain menjadi dua. Dulu persaingannya Go-Jek, Grab dan Uber, sekarang tinggal Go-Jek dan Grab. Tetapi, ANTERIN ini juga bagus karena fiturnya customize,” ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (2/4).
Sebagaimana diketahui, ANTERIN menyebut dirinya sebagai market place transportasi dan logsitik. Hal ini berarti mitra ANTERIN mampu menentukan harga layanan jasanya sendiri dan pengguna pun mampu dibebaskan memilih harga yg ditawarkan beserta driver-nya. Hanya saja, pihak ANTERIN tetap mengontrol harga batas minimal dan maksimal layanan mitranya.
Meski begitu, kata Yuswo, yg perlu menjadi perhatian layanan ANTERIN ini adalah ketersediaan mitra-nya. Maksudnya, dengan banyaknya jumlah mitra Go-Jek dan Grab ketika ini, konsumen telah barang tentu mulai memilih lebih cepat.
Jika hal ini mampu dilakukannya, persaingan mulai semakin seru. Namun bila harga yg menjadi satu-satunya keunggulan, langkah ANTERIN mulai berat.
“Orang mencari gak mesti harga. Mungkin juga gak mesti layanannya. Tapi yg paling utama ketersediaan mitranya. Kalau misal harga dan layanan bagus, tetapi ketersediaan mitranya masih kurang, rasanya orang mulai tetap memilih yg banyak,” ungkapnya.
“Harus dilihat juga preferensi customer. Karena kalau pas jam rame itu yg utama siapa yg mampu tiba duluan. Harga kalau gak jauh beda, orang masih mau. Tetapi yg paling utama availability,” tambahnya.
Sejauh ini, ANTERIN memiliki 70.000 lebih mitra. Dari 70.000 lebih mitranya itu, tersebar ke 15 kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya. CEO dan co-founder ANTERIN, Imron Hamzah menargetkan di tahun 2018 ini, telah menjangkau hingga 22 kota di Indonesia. [idc]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

