Banyumas Raya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akhirnya buka suara terkait beredar kabar dugaan penipuan berupa panggilan tidak terjawab yg berasal dari nomor luar negeri. Pernyataan itu disampaikan oleh Plt Kepala Humas Kemkominfo, Noor Izza.
- Kebocoran data Facebook, Dewan Perwakilan Rakyat dukung Kemkominfo lakukan koordinasi
- Menkominfo cek kesiapan operasional Palapa Ring Barat
- DPR bentuk Panja data pribadi percepat UU PDP
Noor Izza mengatakan, bila ada masyarakat yg mendapati nomor panggilan tidak terjawab dari luar negeri, dihimbau agar tak menghubungi kembali nomor tersebut.
“Agar apabila ada telepon dari luar negeri yg sifatnya cuma memancing keingintahuan kalian buat menelepon kembali, jangan tekan nomor mereka yg missed call. Misalnya mereka menelepon cuma sesuatu kring saja, berharap kalian menghubungi kembali,” kata Noor Izza ketika yg dilaporkan Tekno Liputan6.com, Senin (2/4).
Dilanjutkannya, segala pengguna seluler di Indonesia perlu berhati-hati terkait dugaan penipuan yg meng-charge panggilan dengan tarif internasional atau tarif premium call. Untuk itu, Noor Iza meminta agar pengguna seluler terus mencari tahu terkait nomor-nomor yg mengganggu, terutama nomor luar negeri yg memanggil cuma sesuatu kali kring.
Beberapa hari belakangan ini sejumlah warganet di Tanah Air dibuat bingung oleh nomor luar negeri yg tidak dikenal, dan melakukan panggilan tidak terjawab atau missed call.
Tak tanggung-tanggung, nomor misterius tersebut melakukan lebih dari sesuatu kali missed call dan dari negara yg berbeda-beda. Mencari solusi, warganet pun mengunggah kejadian tersebut ke media sosial, Twitter. Salah sesuatu warganet yg mengaku mendapat panggilan dari nomor misterius tersebut adalah akun @ashfinzul.
Dalam akun Twitter-nya, ia mengaku mendapatkan panggilan dari nomor +242 801130490 dan +242 801130442 yg ternyata berasal dari Kongo.
Trik dari penipuan ini adalah, pelaku mulai melakukan panggilan secara acak dan segera menutup panggilan tersebut. Hal ini mulai memancing korban buat menelepon balik. Nah, saat korban menelepon balik, nomor telepon korban mulai terregistrasi ke sistem penipuan tersebut, dan pulsa mulai tersedot atau tagihan mulai membengkak buat pengguna pascabayar.
Pakar digital forensik Ruby Alamsyah pun, saat dihubungi Tekno Liputan6.com kemarin (1/4), berharap agar pengguna smartphone “tidak keburu senang bila ada telepon dari luar negeri.”
“Ada baiknya pengguna yg menerima missed call agar melakukan pengecekan terlebih lalu kepada nomor ponsel yg melakukan panggilan,” ungkap Ruby.
“Bila dirasa tak kenal dan nelepon tanpa henti, ada baiknya kamu memblokir nomor tersebut. Jika ponsel kamu tak ada fitur blokir, mencoba download aplikasi pemblokir di Google Play atau Apple Store,” tukasnya.
Sumber: Liputan6.comLiputan6.com(Agustin Setyo Wardani) [idc]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

