Banyumas Raya

Jakarta – Kebutuhan anak agar tumbuh kembangnya optimal adalah dengan pemenuhan asuh, termasuk nutrisi, edukasi, imunisasi, aktivitas sosial, dan tidur.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, SpAK, Ketua IDAI Jaya, menjelaskan anak juga membutuhkan kasih sayang dan stimulasi.
“Prinsip stimulasi harus beberapa arah, antara orangtua atau pengasuh dengan anak di semua usia kehidupannya, baik sejak bayi hingga remaja. Memberikan perangkat elektronik, termasuk gawai terlalu dini mulai memberikan dampak untuk anak, salah satunya keterlambatan bicara yg kadang dijumpai karena salah metode stimulasi,” kata rof. DR. dr. Rini Sekartini, SpAK, Ketua IDAI Jaya, seperti yg dikutip dari siaran pers yg diterima dari GueSehat, Jakarta, Kamis, (25/07/2019).
Gawai yg diberikan kepada anak mulai membuat stimulasi terjadi cuma sesuatu arah. Komunikasi beberapa arah pun tak terjadi, sehingga anak cenderung diam serta tak memberikan respons dan mengulang suara atau gerakan yg ia lihat dan dengar. Akhirnya, anak-anak pun mulai mengalami keterlambatan perkembangan bicara.
Profesor Rini menganjurkan bahwa anak sebaiknya tak diberikan stimulasi memakai perangkat elektronik sampai usia 3 tahun. Karena tak cuma persoalan keterlambatan perkembangan bicara yg dapat terjadi pada anak, dampak jangka panjang lainnya adalah anak mampu mengalami gangguan jarak pandang dan berisiko obesitas karena jarang bergerak aktif.
Sebagai penutup, Ajeng pun mengajak orangtua bagi perlu lebih mengasah kemampuan dalam menyaring keterangan dan menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing.
“Orangtua perlu menganalisis pola asuh seperti apa yg sesuai dengan keadaan dan karakter anak,” sarannya.
Jangan sampai orang tua terjerat dengan perkembangan dan perubahan dunia yg begitu cepat, sehingga kurang menyadari bahwa ada hal-hal yg sebaiknya tetap perlu dikuasai anak agar ia bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

