Banyumas Raya

Jakarta – Penggunaan gadget yg masif oleh generasi milenial dilanjutkan generasi alfa, akhirnya membawa pengaruh pada pola pengasuhan dan karakteristik anak.
Mereka memang lebih kreatif dan mandiri, tapi cendrung tak sabaran dan tak mengenal proses.
“Ada istilah yg namanya instant gratification. Jadi, anak-anak ingin langsung dipuaskan. Kepingin apa, harus mampu sekarang. Alhasil, mereka jadi mudah bosan, ngambek, dan cranky,” ujar Ajeng Raviando, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (24/07/2019).
Hal ini pun ditunjukkan dalam survei GueSehat. Sekitar 30,3 persen partisipan mengaku kalau karakter yg paling dominan dirasakan dari anak-anak mereka adalah tak sabaran. Sedangkan 5,2 persen Ibu mengakui anak mereka cenderung individualis.
Selain tak sabaran, kurangnya memahami proses juga membuat anak-anak generasi alfa memiliki empati yg lebih rendah, keterampilan sosial tak terasah, dan kurang tangguh.
“Kalau orang yg memahami proses kan pernah salah, gagal, dan tahu kalau rasanya tak enak. Dari kegagalan-kegalanan tadi, justru membentuk seseorang menjadi lebih banyak akal, tak gampang menyerah, dan tak gampang putus asa” jelas Ajeng.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

