Banyumas Raya

WAMENA, – Jenazah Prada Usman Helembo, korban penembakan dari kelompok seperatis bersenjata (KSB) di Kabupaten Nduga, berhasil di evakuasi ke Kabupaten Mimika, Minggu (21/7/2019).
Diketahui korban yg yaitu pasukan Satgas Yonif 755/Yallet, ditembak kelompok KSB dilokasi pembangunan jembatan Yuguru-Kenyam, Distrik Yugur, Sabtu (20/72019).
Nyawa Prada Usman Helembo tidak tertolong akibat luka tembak di bagian pinggangnya. Kemudian jenazah disemayamkan di Kampung Yuguru, lantaran ketika hendak dievakuasi, cuaca buruk.
Baca juga: Kronologi Penembakan Satu Anggota TNI yg Gugur di Nduga
Informasi yg diterima , jenazah Prada Usman Helembo dievakuasi dengan memakai Helly Bel 412 EP/HA -5178 TNI AD yg di piloti Mayor Cpn Suwardi.
Sekitar pukul 09.37 WIT, Helly Bell 412 EP/HA-5178 TNI AD yg dipiloti oleh Mayor Cpn Suwardi, take off dari Hanggar Penerbad Bandara Mozes Kilangin Mimika menuju Camp PT PP di Kampubg Yuguru.
Lalu, sekitar pukul 11.13 WIT, Helly Bel 412 EP/HA-5178 TNI AD landing di Hanggar Penerbad Bandara Mozes Kilangin Mimika buat selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit Caritas Mimika.
“Evakuasi telah dikerjakan pagi tadi. Kini jenazah Prada Usman disemayamkan di rumah sakit Caritas Mimika, sambil dikerjakan pemeriksaan,” ungkap Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M. Aidi ketika ditelepon, Minggu siang.
Baca juga: Kelompok Separatis Kembali Berulah, Satu Anggota TNI Gugur di Nduga
Aidi mengatakan, rencananya jenazah Prada Usman Helembo mulai diterbangkan ke Wamena, Kabupaten Nduga, bagi disemayamkan di Kodim Wamena.
“Almarhum berasal dari Kabupaten Yahukimo. Namun, kami belum tau apakah almarhum di makamkan di Yahukimo. Kita masih menunggu permintaan dari pihak keluarga. Hanya saja jenazah rencananya kami bawa ke Wamena dulu,” pungkasnya.
Untuk di lokasi penembakan, kata Aidi, pihaknya tidak melakukan pengejaran, melainkan melakukan konsulidasi terhadap masyarakat setempat, serta melakukan pengamanan terhadap pembangunan disana.
“Pembangunan infrastruktur mulai selalu dilaksanakan. Tidak mulai dihentikan. Pasukan di sana mulai selalu mengawal agar proyek strategis pemerintah pusat itu dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

