Banyumas Raya

Jakarta – Faktanya merokok adalah hal buruk buat kesehatan Anda dan juga orang lain. Lantas, bagaimana dengan para Perokok Pasif?
Saat seseorang merokok, sebagian besar asapnya tak masuk ke paru-paru perokok.
“Namun, sebagian besar asap rokok dilepaskan ke udara, sehingga asap bisa dihirup oleh perokok pasif,” seperti yg dikutip dari siaran pers yg ditinjau dari dr. Kevin Adrian selaku dokter dari ALODOKTER, Jakarta, Jumat, (12/07/2019).
Meski tak secara segera merokok, perokok pasif mampu turut terkena dampak buruknya juga. Makin kadang seseorang terpajan atau terpapar asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yg dialaminya.
Dampak kesehatan akibat rokok yaitu persoalan yg terjadi secara global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat lebih dari 7 juta kematian terjadi akibat penyakit yg ditimbulkan oleh asap rokok setiap tahunnya. Sekitar 890.000 masalah kematian tersebut terjadi pada perokok pasif di semua dunia.
Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tak hilang begitu saja. Asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2,5 jam. Asap rokok mulai tetap ada meskipun tak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda. Hal ini juga berlaku di tempat tertutup yg tak luas, seperti di dalam mobil. Bahkan, asap rokok mungkin masih ada dalam jumlah besar meski orang tersebut sudah berhenti merokok.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

