Banyumas Raya

Madinah – Empat kloter pertama jemaah haji Indonesia sudah mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Keempat kloter tersebut adalah kloter SUB 1
dan SUB 2 dari Embarkasi Surabaya, Jawa Timur dan BTH 1 dan BTH 2 dari Embarkasi Batam, Kepulauan Riau.
Kloter SUB 1 ini mendarat di Madinah pada pukul 8.40 WAS, lebih awal dari jadwal semula yg dijadwalkan pukul 10.00 WAS. Jemaah haji kloter pertama ini berasal dari dua kabupaten di Jawa Timur seperti Kota Surabaya, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Madiun.
Total jemaah seluruhnya berjumlah 450 orang yg terdiri dari 445 jemaah, dan 5 orang petugas agama dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Sebanyak 73,5 persen tergolong jemaah risiko tinggi, yg berusia lansia dan memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Namun demikian semuanya berstatus memenuhi kriteria istitaah kesehatan.
Prosesi penyambutan jemaah haji kloter pertama dikerjakan dengan upacara seremonial yg dipimpin oleh Duta Besar Indonesia bagi Arab Saudi, Agus Maftuh. Bersamaan dengan upacara penyambutan, sebagian besar jemaah lainnya diarahkan buat menuju ruang tunggu bis.
Begitu keluar dari terminal haji, jemaah disambut oleh para petugas haji Indonesia, di antaranya Tim Promotif Preventif (TPP) Kemenkes, Tim Kesehatan Mobile Bandara dan PPIH Kemenag.
TPP sebagaimana tugas fungsinya segera mengatakan pesan-pesan edukasi kesehatan kepada jemaah yg lewat. Tidak lupa mereka juga membagikan masker kepada jemaah yg kelihatan tak mengenakan masker. Sedangkan anggota TPP lainnya ada yg menyemprotkan air ke wajah para jemaah haji.
Sementara itu, ditemui usai mengikuti upacara penyambutan jemaah haji kloter pertama, Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes, Drs. Bayu Teja, MM, Apt., menyatakan bahwa jemaah haji yg baru saja datang pada umumnya dalam keadaan sehat karena sudah dikerjakan pembinaan kesehatan jauh hari sebelumnya di tanah air, bahkan sejak akan mendaftarkan diri bagi berhaji hingga saat waktu keberangkatan di embarkasi.
“Status kesehatan jemaah haji sudah dimonitor sejak awal melalui program istitaah kesehatan. Meskipun masih ada yg tergolong Risti, ini tentu menjadi perhatian kita,” tutur Bayu, seperti yg dikutip dari siaran pers, Minggu, (07/07/2019).
Bayu menambahkan, buat memberikan layanan kesehatan di Arab Saudi, tim kesehatan telah sepenuhnya bersiap baik yg ditempatkan di Madinah maupun Mekah. Tim ini tak cuma bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) melainkan juga menyebar ke pondokan/hotel dan bandara. Dengan demikian apabila ada hal yg tak diharapkan terjadi pada jemaah haji bisa cepat terdeteksi dan langsung ditangani.
Disinggung soal kesiapan dukungan sumber daya lainnya, Bayu mengungkapkan bahwa peralatan kesehatan telah bersiap digunakan di beberapa KKHI Mekah dan Madinah. Begitu juga buat obat-obatan telah tiba di Arab Saudi sebanyak 58 ton. Apabila ada kekurangan yg sifatnya emergensi maka Kemenkes mulai mengadakan segera di Arab Saudi bagi memenuhi kebutuhan jemaah.
“Mudah-mudahan dengan kesiapan yg baik dari sejak di tanah air ini mulai menolong pelayanan kesehatan di Arab Saudi buat jemaah haji Indonesia,” imbuh Bayu.
Kepada para jemaah haji, Bayu pun berpesan agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengingat suhu udara di Arab Saudi yg sangat panas dan supaya keadaan kesehatan tetap terjaga sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan baik.
“Tolong betul-betul PHBS dilakukan. Kemudian aktivitas dijaga betul jangan terlalu lelah sehingga diharapkan selama beribadah haji tetap sehat dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat juga,” pungkasnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

