Banyumas Raya

Jakarta – Inovasi di bidang nutrisi sangat dibutuhkan buat meningkatkan kesehatan.
Managing Director EWINDO, Glenn Pardede menerangkan EWINDO sebagai perusahaan yg bergerak di sektor pertanian memiliki perhatian besar bagi mendorong pemenuhan asupan gizi seimbang dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Lomba inovasi bertema “Creative Innovation Towards SDGs 2030” diharapkan menghasilkan inovasi kewirausahaan di bidang nutrisi, kesehatan dan kegiatan sosial lainnya.
Hal ini sekaligus buat menolong Pemerintah dalam mewujudkan tujuan program Sustainable Development Goals (SDG) yg berkaitan dengan No Poverty, Zero Hunger, Quality Education, Gender Equality and Responsible Consumption and Production.
“PMIA adalah program tahunan, dimana pada tahun dahulu kita fokus pada upaya perubahan dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Maka tahun ini, kita ingin mendorong munculnya inovasi-inovasi kewirausahaan khususnya di bidang nutrisi, kesehatan dan sosial kemasyarakatan,” ujar Glenn Pardede, Depok, baru – baru ini.
Tahun lalu, lomba ide dan inovasi ini mendapat sambutan positif dari kalangan perguruan tinggi. Tahun ini PMIA mengundang perguruan tinggi di semua Indonesia buat berpartisipasi mengirimkan tulisan inovatif yg berkaitan dengan kelima SDG di atas.
Saat ini jumlah tulisan yg masuk mencapai lebih dari 100 yg berasal dari 50 perguruan tinggi negeri dan swasta dari segala Indonesia.
Dari keseluruhan peserta tersebut panitia memilih 10 tulisan terbaik buat dipresentasikan hasil karyanya dan seluruh finalis mendapat kesempatan mengikuti booth camp di Urban Farming Center EWINDO bagi memperkenalkan pertanian pada anak muda. Pemenang lomba PMIA mulai diumumkan di kantor pusat EWINDO di Purwakarta pada tanggal 24 September 2019.
Peluncuran program PMIA 2019 ini dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional tentang Food & Nutrition and its contribution to increase society welfare and health.
Seminar yg diikuti oleh akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, mahasiswa, serta praktisi nutrisi dan kesehatan ini bekerjasama dengan Pusat Penelitian Pranata Pembangunan SKSG Universitas Indonesia dan bertujuan bagi meningkatkan pemahaman dalam pencapaian Agenda SDG.
Hal ini terutama berkaitan dengan sektor pertanian dan kemudian buat mengetahui program-program yg dilaksanakan Indonesia dan implementasinya sehingga berkontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 25,67 juta jiwa.
Tingkat disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan masih tinggi dimana per September 2018 tingkat kemiskinan di desa mencapai angka 13,10 persen sedangkan di kota tingkat kemiskinan mencapai angka 6,89 persen.
Peranan komoditi pertanian sebagai sumber makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar yakni mencapai 73,54 persen dibandingkan dengan komoditi non makanan.
“Kami optimis inovasi di sektor pangan khususnya nutrisi dan kesehatan seandainya didorong dan difasilitasi secara terstruktur mulai bisa menolong mengurangi angka kemiskinan secara signifikan. Pada akhirnya hal ini mulai berkontribusi dalam tercapainya target SDG 2030,” tutup Glenn.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

