Banyumas Raya

Jakarta – Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, Ketua Deputi Penyuluhan dan Pendidikan DPP GIAN menyatakan bahwa seandainya negara ingin kuat maka masyarakatnya harus dibebaskan dari bahaya narkotika.
Narkotika mulai merusak segala elemen bangsa seandainya tak ditanggulangi dengan seksama. Kesempatan buat memaksimalkan bonus demografi pada 2030 dan pencapaian Indonesia Emas 2045 mulai sirna bila generasi penerus bangsa banyak kecanduan narkotika.
“Bagaimana dapat kami memperoleh bonus demografi yg berkualitas kalau ancaman narkoba menggerogoti generasi muda bangsa,” ucap Eka, yg juga sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.
Peringatan HANI Hari Anti Narkotika Internasional, tersebut sekaligus juga dirangkaikan dengan acara Hari Ulang Tahun (HUT) RSKO Jakarta yg ke-47 dan HUT GIAN ke-2. Acara diisi dengan senam bersama, jalan santai, deklarasi anti narkoba, serta penyebaran materi keterangan dan edukasi tentang Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya).
Di samping itu juga diadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan konseling yg dikerjakan oleh sejumlah tenaga medis dan paramedis yang berasal RSKO Jakarta. Penyelenggaraan acara di area CFD bertujuan agar upaya edukasi anti
narkotika bisa lebih menjangkau masyarakat khususnya kaum milenial. Selain dihadiri oleh jajaran RSKO Jakarta, acara ini juga dihadiri para anggota Dewan Pengurus Pusat GIAN dan pengurus cabang dari Jabodetabek.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

