Banyumas Raya

JAKARTA, – Lembaga pemantau kemacetan dahulu lintas dari Inggris, TomTom Index, menyebutkan tingkat kemacetan di Jakarta pada 2018 mengalami penurunan 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah penurunan ini diklaim yg paling besar dibandingkan kota-kota lainnya. Bahkan dengan adanya penurunan di tahun lalu, membuat Jakarta turun peringkat dari posisi keempat menjadi ketujuh dalam daftar kota termacet sedunia.
Selain menjadi suatu apresiasi buat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hasil positif ini pun disambut baik oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ). Dalam informasi resminya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono, mengatakan, penilaian tersebut mulai menjadi pemacu buat membenahi sektor transportasi di wilayah Jabodetabek.
Baca juga: Kenali Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Simpang Jalan
“Menangani permasalahan transportasi di DKI mau tak mau harus menyinggung Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi karena wilayah-wilayah ini telah menjadi sesuatu area aglomerasi. Artinya, Jakarta dan daerah di sekitarnya ini telah menjadi sesuatu kesatuan secara ekonomi sehingga menyebabkan timbulnya mobilitas manusia dan barang yg sangat intens,” kata Bambang, Selasa (18/6/2019).
Bambang menjelaskan, bila penyelenggaraan transportasi antar wilayah tak terintegrasi dengan baik, maka transportasi yg seharusnya menjadi urat nadi perekonomian justru menjadi beban.
Sejumlah kendaraan melaju di Gerbang Tol Cibubur 2 Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji mencoba yg dikerjakan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan mampu mengurai kemacetan.Kemacetan yg terjadi bisa berkurang siginifikan kalau terbangun dan termanfaatkan sistem transportasi perkotaan berbasis angkutan umum massal yg teintegrasi, baik secara fisik maupun sistem mencakup keseluruhan wilayah Jabodetabek.
Infrastruktur dan Kebijakan
Pada 2018 sendiri, BPTJ sudah berupaya maksimal menjalankan tugas dan fungsi dalam melakukan integrasi transportasi berbasis angkutan umum massal. Walau kewenangan relatif terbatas, BPTJ juga berkontribusi menekan kemacetan dengan dua upayanya.
Baca juga: Capaian Positif Hasil Ganjil-Genap di Jalanan Ibu Kota
Mulai dari penerapan ganjil-genap di dua pintu-pintu tol, pengaturan dulu lintas dan angkutan Asian Games di Jakarta dua waktu lalu, sampai penyediaan pelayanan transportasi massal yg dapat dijangkau dengan gampang oleh masyarakat. Contohnya seperti Jakarta-Airport (JA) Connexion dan Jakarta-Residence (JR) Connexion.
Kepadatan kendaraan di tol dalam kota di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/5/2013). Persoalan kemacetan menjadi masalah yg mendera Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan yg tak sebanding dengan penambahan infrastruktur jalan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, menjelaskan, adanya sejumlah kebijakan terkait transportasi dan sarana prasaran dahulu lintas pada 2018 terbukti efektir menurunkan kemacetan di Ibu Kota. Mulai dari pembangunan flyover dan underpass, ganjil-genap, hilangnya jalur cepat di sejumlah jalan protokol, perluasan rute transportasi, sampai integrasi transportasi melalui Jak Lingko.
Melirik dari data TomTom, Indonesia kini memiliki tingkat kemacetan sebesar 53 persen dan berada di posisi ketujuh. Untuk rincinan tingkat kemacetan pada hari-hari kerja didominasi saat malam, yakni 88 persen, sedangkan ketika pagi hari 63 persen.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

