Banyumas Raya

JAKARTA, – Suzuki Ertiga terjatuh ke sungai ketika parkir di Jalan Patttimura, Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (10/6/2019). Kejadian tunggal yg mengakibatkan sesuatu orang meninggal dunia itu diduga karena pengemudi kurang menguasai mobil transmisi otomatis.
Menanggapi hal tersebut, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, kerap terjadi mobil transmisi matik “nyelonong” baik maju ke depan atau belakang karena pengemudi salah dalam menerapkan prosedur awal.
Baca juga: Mudik Pakai Mobil Matik, Pelajari Fungsi Tuas Transmisinya
“Pengoperasian matik setiap mau bergerak (ignition roll) tak perlu tak menginjak gas. Jadi saat tuas transmisi telah di “D”atau “R” baru kemudian lepas rem. Jika kaki kanan telah diangkat dan kemudian terjadi pergerakan natural setelah itu baru tambahkan gas sesuai kebutuhan,” kata Jusri kepada , Selasa (11/6/2019).
Jusri menambahkan, setelah mobil parkir dalam kondisi yg diinginkan maka gunakan rem tangan. Sebab memakai rem tangan ketika parkir yaitu prosedur standar supaya mobil tetap dalam posisi diam.
“Biasakan seandainya mobil berhenti dalam waktu cukup lama buat memakai rem tangan, apalagi seandainya mobil sedang parkir. Jika pengemudi masih di dalam mobil, rem tangan mulai menolong supaya kalian masih mampu melakukan aktifitas lain, agar kaki tak terfokus pada pedal rem. Sedangkan ketika parkir, rem tangan mulai mengunci mobil dalam posisi diam,” kata Jusri.
Baca juga: Pakai Mobil Matik, Ingat Lagi Mekanisme “Kickdown”
Sebelumnya diberitakan, Suzuki Ertiga terjatuh ke sungai ketika hendak parkir di pinggir sungai. Korban diketahui bernama Marnowo (50) warga Simo Pomahan, Simo Mulyo Baru, Surabaya.
Berdasarkan informasi rekan kerja korban, kecelakaan terjadi diduga karena korban tak menguasai kendaraan macam matik. Sebab selama enam tahun bekerja sebagai pengemudi, korban biasa memakai mobil bertransmisi manual.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

