Banyumas Raya

– Setelah menarik laptop Huawei di toko online resminya, Microsoft melakukan langkah yang lain sebagai bentuk kepatuhannya atas kebijakan pemerintah AS yg memasukan Huawei ke dalam daftar hitam.
Pekan ini, raksasa software tersebut dikabarkan sudah menangguhkan kerjasama dengan Huawei menyangkut penyediaan sistem operasi Windows buat laptop dan layanan konten lain.
Baca juga: Huawei Masuk “Blacklist” Amerika Serikat
Dengan berhentinya pasokan Windows, laptop Huawei pun terancam tak mampu menggunakan sistem operasi itu di produk laptop mendatang bikinannya.
Sementara, laptop Huawei yg telah beredar di pasaran disebut mulai tetap menjalankan Windows dan mendapat update rutin dari Microsoft.
“Ini (penyetopan lisensi) bukan berarti bahwa Microsoft tak bekerja sama dengnan Huawei lagi. Penangguhan bisnis antara beberapa perusahaan ini mampu saja cuma sementara,” ujar seorang sumber kepada South China Morning Post, seperti dirangkum Tekno, Kamis (30/5/2019).
Baca juga: Google Akan Cabut Lisensi Android Smartphone Huawei
Penangguhan kerjasama penyediaan Windows oleh Microsoft tersebut tidak mengurangi pelik persoalan Huawei yg telah mengalami hal serupa dari berbagai perusahaan teknologi, dari Google hingga ARM.
Setelah kehilangan lisensi Android (Google) bagi ponsel pintarnya, laptop Huawei pun kini terancam tak mampu menjalankan Windows.
Sebagai perusahaan yg masuk daftar hitam bernama “entity list”, Huawei tidak boleh membeli software maupun hardware berbasis teknologi AS tanpa seizin pemerintah AS.
Padahal, setelah gagal dengan ponsel, Huawei belakangan berupaya memasuki pasaran AS lewat produk laptop.
Untuk mengatasi persoalan pembatasan OS bagi ponsel dan laptop, Huawei mengembangkan sistem operasi buatan sendiri yg rencananya mulai mampu berjalan di aneka perangkat, akan dari smartphone, PC, hingga TV dan smart wear.
Baca juga: Huawei Siapkan “Hongmeng” bagi pengganti Android
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

