Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 8 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 8 detik...
Banyumas Raya

– Istilah “ dislike mobs” cukup familiar di kancah YouTube, merujuk pada netizen yg terburu-buru memberikan jempol bawah (dislike) tanpa benar-benar menonton sebuah video.
Tren ini biasanya dipicu komentar negatif atau jumlah dislike di video tertentu yg terlanjur banyak. Salah sesuatu contohnya adalah video YouTube Rewind terbaru yg menuai banjir dislike lantaran dinilai tidak mewakili sebagian fenomena kreator pada 2018.
Baca juga: YouTube Rewind 2018 Catat Rekor “Dislike” Terbanyak
Dampaknya terbilang negatif, akan dari masifnya ujaran kebencian (hate speech) hingga keengganan para kreator buat berekspresi dan berkarya. YouTube pun tengah mencari solusi terbaik buat mengurangi serangan dislike macam ini.
Director of Project Manager YouTube, Tom Leung, membeberkan dua alternatif yg hendak ditempuh, dalam sebuah video berdurasi sembilan menit yg ditayangkan di channel YouTube “Creator Insider”.
Alternatif pertama, YouTube bakal menyembunyikan metrik video secara default. Artinya, netizen tidak bakal mampu melihat jumlah like dan dislike sebuah video, kecuali kreatornya memilih bagi mengumbar keterangan tersebut ke publik.
Mekanisme ini mungkin mampu meredam serangan dislike mobs, tapi respons positif juga tidak bakal dilihat publik. Padahal, respons positif netizen mulai sebuah video sangat krusial buat dua keperluan.
Karena itu, Tom Leung pun memberikan alternatif kedua. Konsepnya simpel, yakni memperingatkan netizen saat hendak memberikan dislike ke video.
“Ketika netizen ingin dislike, barangkali ada kotak yg muncul dan mempertanyakan kenapa video itu di-dislike. Konsep tersebut sekaligus memberikan respons yg lebih intim ke kreator,” kata dia.
Akan tetapi, konsep demikian sulit dikembangkan, apalgi saat harus mengoleksi seluruh respons yg masuk bagi kreator, sebagaimana dihimpun Tekno, Senin (4/2/2019), dari The Verge.
Baca juga: Umpatan Apa yg “Aman” Diucapkan dalam Video YouTube?
Alternatif terakhir, yg menurut Tom Leung sangat ekstrem, adalah meniadakan tombol dislike sama sekali. Masalahnya, mekanisme ini cenderung tidak demokratis.
“Tak segala yg memberikan dislike pada video adalah dislike mobs,” ujarnya.
YouTube masih selalu membuka berbagai alternatif bagi mengurangi dislike mobs. Belum jelas cara seperti apa yg dianggap paling efektif dan efisien bagi diimplementasikan. Kita tunggu saja.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...
Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru...
Netflix mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli aset film dan layanan streaming...
Gelombang tsunami terkenal sulit dideteksi saat bergerak cepat di lautan lepas menuju...