Banyumas Raya

– Twitter dikabarkan sudah memblokir sekitar 70 juta akun pengguna dalam rentang waktu 2 bulan. Pemblokiran tersebut dikerjakan pada berbagai akun palsu, akun yg mampu berkicau otomatis, dan menyebarkan spam.
Pemblokiran kali ini diperkirakan beberapa kali lipat lebih massif ketimbang pemblokiran yg pernah dikerjakan oleh Twitter pada Oktober 2017 lalu, dengan alasan serupa.
Layanan microblogging itu juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi pada akhir Juni lalu. Tetapi di dalamnya cuma menyebutkan bahwa akun yg diblokir pada Mei 2018 cuma di kisaran 9,9 juta orang pengguna dalam setiap pekan.
Kemudian, sebagaimana dilansir Tekno dari The Washington Post, Senin (9/7/2018), perusahaan mengakui bahwa sejak Oktober 2017 dahulu memang rata-rata akun yg diblokir per hari semakin naik. Adapun pada Mei dan Juni 2018 lalu, jumlah total akun yg diblokir sudah mencapai 70 juta.
Baca juga: Login Twitter Bisa Pakai Flashdisk USB
Pemblokiran massif seperti ini dikhawatirkan bakal menyebabkan pengguna Twitter di kuartal kedua 2018 menurun.
Namun menurut seorang ekskutif Twitter, hal itu tak persoalan karena yg diblokir adalah akun-akun yg jarang sekali berkicau sehingga tak berpengaruh banyak pada jumlah pengguna aktif.
Vide President for Trust and Safety Twitter, Del Harvey dalam sebuah wawancara berbeda, sempat menyampaikan bahwa ada perubahan kebijkakan sebagai upaya perusahaan mendukung kebebasan berbicara sekaligus memastikan keamanan platformnya.
“Salah sesuatu perubahan yg terjadi adalah cara berpikir kalian bagi menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan kebebasan berekspresi yg berpotensi membuat orang yang lain ketakutan,” ujar Harvey.
“Kebebasan berekspresi tak bermakna banyak seandainya itu membuat orang merasa tak aman,” imbuhnya.
Sebelumnya, Twitter kerap mendapat kritik karena dinilai tak banyak menindak para pengguna yg melakukan hal buruk, seperti spam, bully, atau kampanye berita bohong. Seiring penemuan mengenai adanya kampanye penyebaran keterangan keliru yg dikerjakan oleh Rusia, tekanan buat menyaring pengguna semakin kuat.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

