Banyumas Raya

Masyarakat sempat dibuat heboh dengan isu aplikasi Tik Tok yg sempat diblokir pada minggu ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), memblokir aplikasi video lipsync singkat 15 tersebut karena menilai banyak konten negatif yg tak sesuai bagi pengguna anak-anak.
- Young Lex Beri Solusi Agar Generasi Millenial Tak Kena Dampak Negatif Tik Tok
- Bowo Alpenliebe berhenti sekolah
- Sering di-Bully, Young Lex dan Bowo Tik Tok berikan pesan buat haters
Masalah Tik Tok ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Aplikasi tersebut juga diketahui membuat persoalan di negara lain, yakni Hong Kong. Bedanya, persoalan Tik Tok di negara tersebut tak berkutat pada konten negatif, melainkan isu keamanan privasi data pengguna.
Masalah ini terkuak setelah investigasi menemukan ratusan data pengguna anak-anak di bawah usia sembilan tahun terekspos ke publik.
Selain itu, investigasi juga mengungkap ada dua video anak-anak yg menjurus ke konten pornografi.
Jika konten ini selalu berkeliaran, pengguna dewasa pasti mulai memanfaatkan aplikasi ini buat mencari korban pengguna perempuan.
Dilansir laman The Star via Liputan6.com pada Minggu (8/7), investigasi tersebut telah dikerjakan sejak Mei 2018. Investigasi dikerjakan segera oleh Federasi Teknologi Informasi Hong Kong.
“Ini adalah media sosial paling buruk seandainya dibandingkan dengan yg lain. Tidak ada juga upaya penyaringan buat pengguna di bawah umur,” kata perwaklan Federasi Teknologi Informasi Hong Kong Eric Fan Kin.
Eric juga menyayangkan Tik Tok tak memiliki opsi berbagi posting. Untuk menghapus akun pun, kata Eric, pengguna juga tak dapat melakukannya secara langsung, tapi harus via email request.
Pada kesempatan yg sama, anggota Kelompok Keamanan dan Privasi Internet Hong Kong, Young Wo Sang, menjelaskan kalau Tik Tok sebetulnya dapat menerapkan sistem verifikasi umur buat pengguna yg meregistrasi akun baru.
Tik Tok juga dapat saja menambahkan teknologi pengenalan wajah (facial recognition) buat video selfie.
“Saat ini mungkin (metode) itu belum akurat 100 persen, tapi pasti sangat membantu. Seharusnya untuk Bytedance Technology (induk usaha Tik Tok) verifikasi tidak mulai menjadi masalah,” tukas Young.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Jeko I. R [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

