Rumitnya Pemesanan Tiket Piala Dunia 2018 Jadi Keuntungan Penjahat Siber

oleh -423 Dilihat

Banyumas Raya

Ahli Kaspersky Lab mengklaim sudah mengidentifikasi munculnya email phising dari para pelaku penipuan siber yg menawarkan kesempatan buat memperoleh tiket tamu ke Piala Dunia 2018, namun dengan harga berkali lipat dari aslinya. Hal tersebut mereka sampaikan melalui informasi resmi kepada merdeka.com, Selasa (12/6).

BERITA TERKAIT
  • Situs diretas, Ditjen Pajak pastikan data wajib pajak aman
  • Buka situs porno, karyawan hotel di Solo jadi tersangka peretas papan iklan
  • Gandeng PPATK, Polri telusuri aliran dana hacker Surabaya Black Hat
  • Sindikat pembobol software Grab raup Rp 6 miliar
  • Polisi bentuk tim khusus buru tersangka baru hacker Surabaya Black Hat
  • Tiga anggota SBH pernah bobol situs sejumlah pemda di Jawa Timur

Dalam keterangannya itu, dua tiket ditawarkan mencapai sepuluh kali harga asli dan kemungkinan besar tiket tak mampu digunakan karena ketatnya pendaftaran dan prosedur pindah tangan. Para penipu ini mengambil uang dan mengumpulkan data pribadi pengguna, termasuk keterangan pembayaran buat mencuri lebih banyak uang.

Besarnya ajang Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh para penipu dunia maya dengan sasaran para penggemar sepak bola yg kurang waspada. Para korban menerima email yg seakan-akan yaitu email asli dari penyelenggaraan Piala Dunia 2018.

Sistem pembelian tiket Piala Dunia 2018 sendiri mampu dikatakan cukup rumit. Contohnya, pembelian tiket resmi cuma tersedia melalui situs resmi FIFA 2018 dan melalui proses berlapis buat alasan keamanan.

Pemesanan tiket melalui tiga tahap dan sesuatu tiket cuma berlaku bagi sesuatu orang. Pengecualian berlaku bagi “tiket tamu” yg memungkinkan pembelian hingga tiga tiket tambahan. Dengan catatan tiket tamu ini harus mendaftarkan nama dan pemegang identitas tersebut yaitu pemegang tiket yg sah. Perubahan cuma dapat berlaku seandainya pemegang tiket yg sah melakukan pemindahan ke nama penerima berikutnya.

“Dengan prosesnya yg rumit, para penipu justru menjadikan hal ini sebagai keuntungannya,” kata Andrey Kostin, Senior Web-Content Analyst di Kaspersky Lab.

Ia juga menjelaskan, saat laman pembelian tiket dibuka, situs resmi FIFA mengalami lonjakan kunjungan seiring banyaknya pembeli yg coba melakukan pemesanan sehingga bisa menyebabkan persoalan koneksi.

Dalam proses pembelian tersebut, pelaku mulai membeli tiket sebanyak mungkin dan kemudian dijual kembali kepada para penggemar sepak bola yg putus asa. Dengan keadaan tiket yg sudah terjual habis, para penggemar tak ada pilihan selain membeli di calo atau pihak ketiga demi menyaksikan pertandingan. Apalagi bila data pribadi penggunanya sudah direkam.

“Dengan pengumpulan data pribadi, selanjutnya mampu dimanfaatkan oleh pelaku buat melakukan pencurian uang. Kami mengingatkan para fans sepak bola buat ekstra waspada dan cerdas ketika melakukan pembelian tiket. Jangan terkecoh dengan bentuk tawaran apapun. Satu-satunya cara bagi mendapatkan tiket yg asli adalah dengan membeli dari penjual resmi,” ungkapnya. [faz]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.