Tips Penting Cegah Serangan Ransomware

oleh -1328 Dilihat

Banyumas Raya

Malicious software (malware, software berbahaya), yaitu program bagi merusak dengan menyusup ke sistem komputer, yg mencakup ransomware, virus, worm dan spyware.

BERITA TERKAIT
  • Situs UIN Palembang diretas, dana renumerasi pegawai tidak mampu cair
  • Berkat virus Wannacry, BlackBerry raup untung
  • Polri mulai gandeng FBI buru pelaku serangan virus WannaCrypt
  • Kerugian akibat serangan virus WannaCry mampu capai Rp 53 triliun
  • Peretas ancam sebar film baru seandainya Disney tidak bayar tebusan
  • Korut dituding dalang serangan siber WannaCry

Ransomware sendiri yaitu macam serangan siber yg mengalami pertumbuhan paling besar pada 2017, yakni mencapai 350 persen year on year.

Country General Manager Dimension Data, Hendra Lesmana, menyampaikan penjahat siber biasanya menyebarkan ransomware bagi menargetkan perusahaan-perusahaan.

Tujuannya antara yang lain bukan cuma buat mendapatkan uang, tetapi juga dapat disebabkan adanya perbedaan ideologi atau ingin mendapatkan keterangan tertentu.

Ransomware memiliki arti software berbahaya yg mampu mengunci data dan komputer pengguna, kemudian penjahat siber mulai meminta tebusan buat pengembalian data.

“Sebagian besar serangan ini menargetkan perusahaan-perusahaan, jarang individu. Hal ini karena biasanya, serangan ransomware memiliki motivasi berbeda-beda,” jelas Hendra.

Agar mampu terhindar dari serangan ransomware, kata Hendra, pengguna komputer baik pribadi atau karyawan sebuah perusahaan, harus terus berhati-hati.

Berikut tips dari Dimension Data agar mampu terhindar dari serangan ransomware.

1. Tidak memakai perangkat pribadi buat bekerja

Sebaiknya karyawan perusahaan tak memakai perangkat pribadinya bagi bekerja. Biasanya perangkat dari perusahaan sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yg lebih baik, berbeda dengan punya pribadi.

“Perangkat pribadi atau tren Bring Your Own Device (BYOD), yaitu salah sesuatu penyebab terinfeksi ransomware. Hal ini karena ransomware mampu memasuki jaringan lebih gampang melalui perangkat pribadi,” kata Hendra.

2. Tidak memakai WiFi publik

Pengguna sebaiknya tak memakai layanan WiFi publik yg biasanya tak memiliki level enkripsi tinggi. Tips lain, jangan pernah membuka email, link ataupun situs web mencurigakan.

Hendra menyarankan, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan orang-orang bagian sistem keamanan di perusahaan tempatnya bekerja seandainya mendapatkan email, link dan situs web mencurigakan.

“Perusahaan harus dapat mengedukasi para karyawannya agar berhati-hati dan tak sembarangan membuka email ataupun link mencurigakan. Hal ini juga berlaku pada pengguna komputer pribadi, karena tak menutup kemungkinan juga dapat menjadi korban,” ungkap Hendra.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty [faz]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.