Riset INDEF Sebut Indonesia Perlu Perbanyak Paten Teknologi

oleh -335 Dilihat

Banyumas Raya

Menurut penelitian yg dikerjakan oleh Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), perekonomian Indonesia mampu terhindar dari middle income trap dengan mengembangkan ekosistem paten sektor TIK yg lebih baik, sehingga bisa memberikan insentif untuk investasi penelitian dan pengembangan (R&D) di sektor tersebut.

BERITA TERKAIT
  • Sistem pendeteksi wajah tidak terus akurat
  • IoT dan Big Data bakal jadi sumber pendapatan baru
  • Wapres JK: Dampak negatif teknologi, hoaks berujung konflik sosial

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa paten memiliki dampak yg lebih besar terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) seandainya dibandingkan dengan investasi finansial langsung.

Setiap kenaikan 10 persen paten di semua sektor industri berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB sebesar 1,69 persen. Sementara 10 persen kenaikan investasi cuma berdampak sebesar 1,64 persen.

Hasil yg lebih signifikan kelihatan di bidang TIK, yg mana kenaikan 10 persen paten teknologi yg disetujui bisa memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan PDB sebesar 2,34 persen. Sementara, peningkatan yg sama bagi investasi cuma berkontribusi sebesar 1,87 persen.

“Salah sesuatu kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi adalah melalui pengembangan ekosistem inovasi yg didukung oleh penciptaan dan perlindungan paten yg kuat. Di Asia, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan sudah sukses membebaskan diri mereka dengan menawarkan insentif untuk inovasi dan mendorong sektor keilmuan,” ujar Berly Martawardaya di Jakarta, Rabu (9/5).

Secara spesifik, INDEF menghimbau lima Kementerian buat melakukan koordinasi di bidang penelitian dan pengembangan TIK, memberikan insentif dan tambahan anggaran penelitian, penguatan sumber daya manusia, serta mempercepat dan mempermudah proses paten, demi mendorong pertumbuhan dan perlindungan kekayaan intelektual di Indonesia.

Adapun kementerian yg dimaksud antara yang lain Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. [gil]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.