Banyumas Raya

— Vendor ponsel sub-brand Huawei, Honor, diberitakan kehilangan ponsel prototipenya di Jerman.
Honor pun membuat sayembara dengan iming-iming hadiah 5.000 euro atau hampir Rp 80 juta untuk orang yg mampu mengembalikan ponsel prototipe itu.
Menurut Honor, ponsel prototipenya raib ketika dibawa oleh seorang karyawan divisi pemasaran Huawei Jerman bernama Moritz Scheidl yg sedang pergi liburan ke kota Dusseldorf.
Setelah mengunjungi keluarganya di sana dalam rangka Hari Paskah, Scheidl pulang dengan naik kereta ke kota Munich. Ia mengaku ponsel prototipe itu ditaruh di tas punggungnya.
Baca juga: Honor Bikin Ponsel Kembaran Huawei P30, Meluncur 25 April?
Saat datang di rumah dan ingin mengambil ponsel dari tasnya bagi di-charge, ia baru sadar ponsel prototipe telah hilang, entah karena jatuh atau dicuri di tengah perjalanan.
Diyakini ponsel itu hilang dalam kereta cepat antara pukul 06.00 dan pukul 11.00 pada Senin (22/4/2019) berdasarkan laporan media setempat.
Menurut Honor, ponsel tersebut memiliki ciri-ciri casing pelindung abu-abu yg menutupi bagian kamera dan mengaburkan desain punggungnya.
Cuma trik marketing?
Tak lama setelah Scheidl melaporkan kehilangannya, akun Twitter Huawei Jerman langsung mengumumkan sayembara berhadiah buat orang yg mampu menemukan ponsel prototipe dimaksud.
Sejumlah tweet balasan menuding bahwa Honor sedang melakukan trik marketing murahan bagi membangun momentum menjelang peluncuran ponsel barunya dari seri Honor 20.
Prototipe yg hilang disinyalir tidak yang lain yaitu model praproduksi dari Honor 20 ini.
Baca juga: Bocoran Tampang dan Spesifikasi Honor 20 Lite
Namun, sebagaimana dirangkum Tekno dari Phone Arena, Rabu (24/4/2019), Honor bersikukuh bahwa kejadian ini bukanlah akal-akalan pemasaran belaka.
??Bitte helft uns ??
Hinweise an [email protected] oder jeden Servicemitarbeiter der Deutschen Bahn! ???????? pic.twitter.com/vI5ZjDOlpN— HonorDE (@HonorGermany) April 22, 2019
Honor 20 rencananya mulai diumumkan dalam sebuah acara peluncuran di London, Inggris, pada 21 Mei.
Sudah jadi praktik umum untuk perusahaan ponsel meminjamkan ponsel praproduksi kepada karyawannya buat dipakai sehari-hari. Tujuannya agar karyawan mampu mengetahui kelebihan atau kekurangan ponsel sebelum dirilis dan memberikan feedback.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

