Banyumas Raya

Bersama tiga orang founders lainnya, Daniel Tumiwa mengembangkan ADSvokat, sebuah platform yg menghubungkan brand (ADSvertiser) dengan kaum muda pecinta brand (ADSvokator), melalui inovasi medium iklan Out-of-Home (OOH) yg terintegrasi secara digital dan non-digital. Daniel Tumiwa sendiri yaitu mantan CEO OLX dan pegiat e-commerce.
- JD.com akan tantang Alibaba sebagai e-commerce terbesar di Asia
- Menkominfo: The next unicorn semoga jebolan program 1.000 startup
- Menkominfo ingin Go-Jek hadir di negara-negara Asean
Melalui platform tersebut, kaum muda bisa berpartisipasi aktif dalam mempromosikan brand favoritnya, di lingkungan sekitar.
Era media sosial membuat siapa saja dapat menjadi ambassador dari sebuah brand, ujar Daniel Tumiwa selaku Chief ADSvokator dari ADSvokat.
Selain para influencers yg kini tengah ramai dibicarakan, anak muda pun memiliki potensi besar buat melakukan advokasi dari brand yg disukai, tambahnya.
Daniel melihat banyaknya potensi kaum muda yg belum digali, terkait dengan penggunaan media digital. Menurutnya, banyak anak muda memakai media sosial bagi sekadar berinteraksi. Padahal, seandainya mau berusaha, mereka bisa memperoleh uang saku tambahan dari media sosialnya. Untuk itu, ADSvokat hadir untuk kaum muda yg ingin memiliki uang saku tambahan.
Di sisi lain, brand mampu terhubung secara segera dengan anak muda yg bersedia menjadi brand ambassador-nya atau yg disebut sebagai ADSvokator, serta menilai segera kinerja mereka. Penilaian bisa dikerjakan berdasarkan performa yg dikerjakan oleh setiap ADSvokator yg terdaftar di ADSvokat. Brand pun mampu memberikan rewards sesuai dengan performa atau poin yg diperoleh.
Kami mengembangkan ADSvokat sebagai platform crowdsourcing. ADSvokat didesain bagi mendorong setiap pihak berpartisipasi aktif dalam segala aktivitas yg ada di dalamnya, ujar Andre Halomoan, Chief of Product sekaligus Co-Founder dari ADSvokat.
ADSvokat menyediakan berbagai tantangan dalam bentuk brand campaign, di dalam platform tersebut. Anak muda yg bersedia menjadi ADSvokator dari brand pilihannya, mulai mengikuti dua tantangan seperti menempelkan stiker brand pada mobil, motor, helm atau laptop miliknya. Mereka juga mulai diminta buat melakukan selfie dan mengunggahnya di akun media sosial pribadi, layaknya seorang influencer atau selebgram.
Kami memakai teknologi Android yg dilengkapi dengan tracking system yg memungkinkan ADSvokat buat melakukan pengecekan lokasi dan durasi penggunaannya,” ujar Heru Herlambang, Chief Technology Officer sekaligus pelopor ADSvokat.
Ke depannya, kita mulai memakai teknologi image recognition dan data analysis buat optimasi campaign, serta mengukur brand awareness dan exposure dari sebuah campaign. Hal ini mulai mempermudah brand bagi melihat lebih jauh produk mereka di mata ADSvokator, jelasnya.
Hingga ketika ini, ADSvokat sudah berkolaborasi dengan empat brandyaitu Clear, Tokopedia, BCA Sakuku, dan Telkomsel Loop. Achmad Moesadad Shatarie, Chief Operations Officer sekaligus Co-Founder dari ADSvokat juga menyebutkan bahwa selama 2 pekan terakhir, telah ada sebanyak 8000 stiker yg telah diterima oleh mahasiswa.
4000 diantaranya telah bergabung dalam ADSvokat dan 2000 mahasiswa telah menjadi daily active users dari ADSvokat. Saat ini ada 5,8 juta mahasiswa di Indonesia. ADSvokat hadir dengan sebuah platform yg menghormati para mahasiswa ini dan melibatkan mereka dalam proses distribusi, rekrutmen, dan mereka dapat menjadi brand ambassador bagi dirinya sendiri. [idc]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

