Banyumas Raya

INDUSTRI telekomunikasi Indonesia yg centang perenang akibat penyusutan, shrinking, diramalkan mulai akan bergairah selewat akhir tahun 2019 ini. Operator yg menurun labanya atau merugi, tahun depan telah akan berkibar lagi.
XL Axiata misalnya, telah mendahului dengan kinclong-nya laporan keuangan mereka di triwulan pertama 2019, labanya naik 270,19 persen dari rugi Rp 3,29 triliun menjadi laba Rp 57,2 miliar.
Pada periode sama Smartfren masih merugi sebesar Rp 424,6 miliar, menurun dibanding periode sama tahun 2018 yg Rp 685 miliar. Jumlah pelanggan seluruh operator menciut akibat kebijakan pemerintah soal registrasi.
Telkomsel terpangkas sekitar 28 juta pelanggannya dari 196 juta pada akhir 2017 jadi 168 juta akhir 2018.
Pelanggan XL ketika ini 55,1 juta, Indosat tinggal 53,3 juta dari 115 juta akhir 2017, Tri 38 juta, Smartfren 12 juta dan mulai menjadi 30 juta pada akhir 2019, Sampurna Telecom 200 ribu.
Baca juga: Menanti Efisiensi Industri Telko Lewat Registrasi Kartu SIM Prabayar
Tanpa jaringan lebih luas, posisi Indosat mulai diperebutkan oleh Tri dan Smartfren dan orang masih tak yakin seandainya para underdog ini kelak mulai melangkahi XL Axiata apabila XL tak waspada.
Tahun 2019 ini Tri berencana membangun 8.000 BTS baru, green filed, dan hingga akhir Juni diperkirakan 4.271 BTS telah berdiri dan beroperasi.
Hingga tiga tahun dulu Tri masih merugi, kemudian pendapatannya tumbuh beberapa digit dan akhir tahun 2018 Tri mencapai penghasilan 1,5 miliar dollar AS, sekitar Rp 22 triliun. Ebitda (earn before interest, tax, depreciation, and amortization – pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan pelunasan utang) Tri naik 30 persen menjadi 250 juta dollar AS.
Bagi Tri, anggota kelompok Hutchison dari Hongkong, jumlah pelanggan bukan ukuran keberhasilan, melainkan besaran pendapatan. Dengan suntikan modal Rp 47 triliun, Tri akan agresif memperbanyak BTS, dari 63.000 – 60 persen di antaranya BTS 4G – menjadi 74.000 BTS pada akhir 2019.
Menurut Wakil Dirut Tri, Danny Buldansyah, hingga akhir tahun jumlah pelanggan diharapkan naik beberapa juta, dan tahun berikutnya setiap BTS mulai tidak mengurangi seribu pelanggan baru.
Dengan ARPU (average revenue per user – pendapatan dari rata-rata pelanggan) sebesar Rp 32.000, pendapatan Tri mulai melambung lagi.
Baca juga: Menimbang Keberlangsungan Pembangunan Infrastruktur Telko dengan Network Sharing
Untuk gambaran, ARPU Telkomsel kini Rp 45.000, XL Axiata Rp 33.000, Indosat Rp 26.000 dan Smartfren Rp 39.000. ARPU Tri naik karena kini mereka menjual data pada tingkat yg memadai, antara Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per GB.
Tidak dimiliki operator lain
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

