Banyumas Raya

– Setelah mengumumkan pengalihan layanan ke LinkAja pada 22 Februari lalu, layanan uang elektronik T-Cash mengumumkan penundaan konversi tersebut hingga minggu depan. Ihwalnya terkait kendala teknis.
“Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yg terjadi. Setelah menganalisa secara menyeluruh kita menetapkan buat menunda proses migrasi aplikasi mobile ini hingga awal pekan depan,” kata CEO T-Cash, Danu Wicaksana.
Sebelumnya, T-Cash sudah meminta pelangganya buat beralih ke aplikasi LinkAja akan 22 Februari karena adanya rencana peleburan dengan layanan keuangan elektronik punya BUMN yg yang lain menjadi LinkAja.
Namun ditengah perubahan layanan, tim teknis disebut mengalami kendala sehingga pelanggan yg sudah meperbarui aplikasi T-Cash ke LinkAja mendapati persoalan ketika log-in ke akun mereka.
Imbasnya, layanan berbasis aplikasi mobile tak mampu digunakan. Namun, layanan berbasis lainnya berjalan normal.
Layanan yg masih berfungsi di antaranya NFC atau token buat transaksi merchant, layanan isi saldo di mitra-mitra T-Cash, kanal-kanal ATM dan aplikasi elektronik dari Bank Himbara, layanan USSD (*800#) buat pengguna ponsel non-smartphone, layanan web-check out seperti di Blanja.com dan aplikasi KAI Access.
Dengan adanya penundaan ini, layanan uang elektronik mulai tetap kembali ke T-Cash. Sehingga pengguna tetap mampu mengunakan layanan T-Cash seperti semula. Danu juga menyampaikan bahwa meskipun konversi tertunda, akun dan saldo pelanggan dipastikan masih aman.
“Pelanggan-pelanggan CASH yg lebih dari 95 persen memakai ponsel berbasis Android mulai mendapatkan SMS berisi petunjuk bagi mengupdate aplikasi mereka kembali ke aplikasi mobile TCASH sebelumnya, sehingga dapat melakukan transaksi TCASH secara normal,” imbuh Danu, sebagaimana informasi resmi yg diperoleh Tekno, Minggu (24/2/2019).
Sedangkan pelanggan T-Cash berbasis iOS disebut belum mampu memakai layanan aplikasi mobile T-Cash dalam dua waktu ke depan.
“Kami berupaya buat melakukan perbaikan sesegera mungkin. PT Finarya melalui LinkAja juga sangat berkomitmen bagi menolong pemerintah dalam rangka mendorong program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dan meningkatkan inklusi keuangan menuju 75% pada tahun 2019 ini,” pungkas Danu.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

