Banyumas Raya

Belakangan ini, beredar keterangan di jejaring media sosial bahwa suhu udara di dua wilayah di Indonesia terasa dingin. Hal tersebut lantaran adanya fenomena Aphelion atau posisi bumi terjauh dari matahari. Benarkah demikian?
- Pakar geologi memperkirakan tahun depan bakal terjadi banyak gempa bumi
- Menteri Irak sebut alien bangun bandara pertama di bumi
- Indonesia masuk daftar negara tidak beri sumbangsih untuk Planet Bumi
Teka-teki fakta dari keterangan itu pun membuat Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meluruskan keterangan tersebut. Menurutnya, keadaan cuaca yg terjadi ketika ini tidak perhubungan dengan Aphelion.
“Di Indonesia pada musim kemarau ketika ini angin bertiup dari arah Australia yg sedang musim dingin. Itu sebabnya masyarakat di Jawa pada ketika ini mengalami udara yg dingin.Tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak matahari ke bumi tak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi,” jelasnya melalui akun Facebooknya, Sabtu (7/7).
Ditambahkannya, suhu udara dipengaruhi oleh distribusi panas di bumi akibat perubahan tahunan posisi matahari. Saat ini matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin.
Tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada belahan utara. Akibatnya angin bertiup dari selatan ke utara. Angin ini pula yg mendorong awan menjauh ke utara sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau.
Hal yg senada juga diutarakan Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko. Kata dia, suhu dingin terjadi karena Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus ini.
“Dengan indikator aktifnya monsun Australia, Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yg menuju ke Asia,” ujar Hary.
Aliran massa dingin itu, jelas dia, menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yg berada di sebelah selatan garis khatulistiwa. Mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Bali.
“Adapun yg beredar di media sosial mengenai suhu di Bandung yg mencapai 15C ketika ini bukanlah yg terdingin. Suhu minimum yg terjadi di Bandung pernah 12,4C pada Juli 1986 dan di Lembang pernah 9,8C pada Juli 1991. Artinya suhu sekarang masih berada di tatanan normal,” jelasnya.
Ia menegaskan, ketika ini Indonesia memang berada di puncak musim kemarau yg ditandai dengan suhunya lebih dingin, siang lebih panas, anginnya lebih kencang.
“Masyarakat diingatkan tidak perlu khawatir dan resah. Yang utama mempersiapkan diri menghadapi udara dingin ini,” kata Hary. [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

