Banyumas Raya

– iPhone versi 5G yg konon mulai diperkenalkan pada September 2020 mendatang, terancam mengalami keterlambatan produksi. Pasalnya, modem 5G yg dipasok oleh Intel diperkirakan tak mulai selesai tepat pada waktunya.
Seorang sumber menyampaikan bahwa Intel sudah kehilangan tenggat waktu bagi pengembangan modem XMM 8160 5G yg rencananya mulai dibenamkan pada iPhone versi 5G.
Artinya, Intel tak mulai bisa mengirimkan modem dalam jumlah yg dibutuhkan Apple, tepat pada waktunya buat peluncuran iPhone 5G pada 2020 mendatang.
Hal tersebut membuat Apple harus langsung memutar otak guna mencukupi kekurangan pasokan modem 5G seandainya ingin tetap merilis iPhone 5G tepat waktu. Apple harus mencari produsen alternatif yg juga memproduksi modem 5G, dan muncullah nama Huawei.
Baca juga: iPhone 2019 Diprediksi Bakal Mirip dengan iPhone XS, XS Max, dan XR
Huawei adalah salah sesuatu produsen modem 5G. Chip Balong 5000 5G adalah modem andalan yg sudah dibenamkan pada jajaran produknya, semisal Mate 20X dan ponsel layar tekuk, Mate X.
Dikutip Tekno dari Tech Radar, Rabu (10/4/2019), seorang sumber menyampaikan bahwa Huawei sendiri sudah bersedia buat menjual modem Balong 5000 ke vendor luar, yakni Apple.
Untuk Huawei – perusahaan yg berusaha menjadi pembuat smartphone terbesar di dunia pada tahun 2020 – menawarkan modem 5G andalannya ke salah sesuatu pesaing terbesarnya adalah tindakan yg cukup mengejutkan.
Namun hal tersebut baru sebatas keterangan dari sumber terdekat, baik Huawei maupun Apple sendiri tak berkomentar atas kabar ini.
Sebenarnya masih ada vendor yang lain yg juga memproduksi modem 5G, yakni Qualcomm. Namun hubungan Apple dan Qualcomm kini tengah memanas.
Baca juga: Samsung Mulai Produksi Chip 5G Exynos 5100
Kedua perusahaan ini sedang saling serang karena persoalan terkait hak paten. Bahkan Qualcomm sendiri sudah menyatakan tak mulai mau menjual modem buatannya kepada Apple.
Kendati demikian, seandainya Apple benar-benar mulai memakai modem Balong 5000 punya Huawei, maka perusahaan besutan Steve Jobs ini mulai menghadapi persoalan besar. Pasalnya hubungan pemerintah Amerika Serikat dan Huawei juga kian memanas lantaran adanya ketakutan pencurian data hingga mata-mata.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

