Banyumas Raya

Pihak Instagram di Indonesia tengah melacak penyebab mengapa foto Amien Rais bersama Prabowo Subianto dan Habib Rizieq dihapus. Hal itu diungkapkan oleh salah sesuatu pihak internal mereka.
- Soal koalisi umat, PPP singgung sikap Gerindra-PKS-PAN di RUU minuman alkohol
- Foto Rizieq-Amien Rais bikin panik penguasa, Gerindra pede koalisi umat terbentuk
- 4 Cerita mengapa Amien Rais lalu menolak jadi presiden
- 4 Kritik tajam Ali Mochtar Ngabalin pada Amien Rais dan PA 212
- Yusril sebut meeting Prabowo-Amien dengan Rizieq bagi kemaslahatan umat
- Koalisi keumatan, Yusril ungkit pernah dikerjai Amien Rais di Pilpres 1999
“Soal Amien Rais, kalian belum mampu berkomentar karena masih diperiksa kenapa di-take down,” jelas sumber tersebut.
Sebelumnya, dunia media sosial tengah diramaikan dengan foto yg diunggah Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Instagram mendadak hilang. Sebelum terhapus foto tersebut, akun @amienraisofficial itu memajang foto dirinya bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan pentolan FPI Habib Rizieq.
Pihak Amien Rais menuding bahwa apa yg dikerjakan Instagram terkait foto yg diunggah dahulu tiba-tiba dihapus, yaitu wujud ketidakadilan. Kejadian itu tidak cuma sekali beberapa kali, namun berkali-kali pihak Instagram menghapus foto-foto pihaknya.
“Ini bukti bahwa kebebasan berekspresi (yang bertanggung jawab) yg menjadi salahsatu agenda reformasi kembali diciderai; mengembalikan kami pada era yg represif (order baru), di tengah-tengah kebijakan-kebijakan populis yg palsu (order lama). Kita seluruh menantikan terang setelah zaman-zaman gelap, bukan sebaliknya! Mari #selamatkanindonesia,” lanjut tulisan tersebut.
Menanggapi ramai kabar tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pun angkat bicara. Menteri yg akrab disapa Chief RA ini menyampaikan bahwa pihaknya tak pernah menyuruh Instagram bagi melakukan hal tersebut.
“Kami tak meminta Instagram bagi menurunkan foto orang Indonesia yg sedang umroh di Mekkah yg banyak dibicarakan. Kami sedang fokus menangani konten-konten negatif seperti radikalisme-terorisme, perjudian, dan lain-lain,” ujarnya.
“Secara teknis, yg mungkin terjadi adalah pemilik akun sendiri yg melakukan atau Instagram sendiri atau atas aduan masyarakat/komunitas pengguna Instagram, yg pasti bukan kami,” jelas dia.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6.com [fik]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

