Banyumas Raya

– Lama tak terdengar gaungnya, perusahaan telekomunikasi yang berasal Taiwan, HTC agaknya sedang memutar otak bagi mendulang uang. HTC dikabarkan mulai menjual lisensi merek ponsel pintarnya kepada perusahaan lain.
Menurut laporan Economic Times, HTC ketika ini tengah bernegosiasi dengan dua perusahaan yang berasal India yakni Micromax, Lava dan Karbonn bagi mendapat kesepakatan.
Jika kesepakatan tercapai, maka perusahaan India yg dipilih oleh HTC mulai mendapatkan izin atau lisensi bagi memproduksi smartphone dengan merek “HTC”. Dari sinilah HTC mulai mendapat royalti atas setiap produk yg dijual.
Baca juga: HTC Konsentrasi di Pasar Ponsel Menengah ke Atas
Selain merek ponsel, HTC juga mulai melisensikan merek tablet dan aksesorinya. Model bisnis ini dipercaya mulai menjadi sebuah simbiosis mutalisme buat HTC dan perusahaan pemegang lisensi.
HTC mulai mendapat keuntungan dengan menjual lisensi mereknya, sementara perusahaan yg memiliki lisensi mulai terbantu oleh brand HTC bagi bersaing di pasar India.
Sayangnya, sejauh ini belum ada kejelasan tentang rincian perjanjian antara HTC dengan perusahaan yg mulai membeli merek ini. HTC pun masih belum memberi komentar lebih lanjut terkait rencana tersebut.
Model bisnis dengan menjual lisensi merek seperti ini telah lebih dahulu dikerjakan oleh Nokia. Perusahaan yang berasal Finlandia ini menjual merek ponsel “Nokia” kepada HMD Global Nokia sendiri mendapat keuntungan dari royalti setiap produk yg terjual.
Baca juga: Bos Smartphone HTC Mundur
Bukan cuma Nokia, sebagaimana dirangkum Tekno dari Phone Dog, Kamis (7/3/2019), Blackberry pun melakukan strategi bisnis serupa. Blackberry menjual lisensi merek miliknya kepada TCL agar perusahaan mampu tetap bertahan hidup.
Sementara HTC, brand ini juga memiliki nama besar yg tidak kalah dengan Nokia maupun Blackberry. HTC dulunya adalah salah sesuatu brand besar dengan ponsel yg populer.
Namun, belakangan pamornya kalah dari para pemain yang lain di industri ponsel. Perusahaan yg berbasis di Taiwan ini pun selalu menerus didera kesulitan finansial.
Terakhir, pada 2018 lalu, HTC dilaporkan mengalami kerugian besar karena pendapatannya anjlok 62 persen dari tahun 2017.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

