Banyumas Raya

– Galaxy S10 yg baru saja diperkenalkan Samsung menyuguhkan sejumlah inovasi baru. Salah satunya terletak pada sektor keamanan.
Untuk Galaxy S10 dan S10+, keamanannya disokong sensor pemindai sidik jari di dalam layar (in-display fingerprint scanner). Sementara itu, buat Galaxy S10e, pemindai sidik jari diletakkan pada sisi kiri ponsel.
Isitimewanya, selain ditempatkan di dalam layar, pemindai sidik jari pada Galaxy S10 dan S10+ hadir dengan memakai teknologi ultrasonik. Seperti apa mekanismenya?
Sensor dengan ultrasonik memakai gelombang suara bagi melakukan identifikasi saat jari menyentuh layar ponsel. Teknologi ini dikembangkan dan diproduksi Qualcomm.
Baca juga: 8 Fitur Galaxy S10 yg Hadir buat Pertama Kalinya di Samsung
Prinsipnya, saat permukaan jari menyentuh layar, mulai ada secuil sinyal elektrik dari nadi yg terhantarkan ke sensor. Sinyal itu bakal direspons oleh sensor dengan memancarkan gelombang pendeteksi.
Selanjutnya, sidik jari dan permukaan kulit yg tidak rata mulai dibuat polanya secara 3D oleh sensor. Artinya setiap lekukan pada kulit pengguna mulai terbaca secara rinci dan lebih aman.
Dengan begitu, hasilnya diklaim lebih akurat ketimbang pembaca optik umumnya yg hanya menangkap pola 2D. Akan lebih sulit buat memalsukan sidik jari di Galaxy S10 dan S10+.
Dikutip Tekno dari Cnet, Jumat (22/2/2019), Qualcomm mengklaim sensor sidik jari ultrasonik buatannya bisa membaca pola sidik jari hingga kedalaman 4 milimeter. Artinya, sensor tersebut bahkan mampu memindai hingga bagian pori-pori kulit.
Kendati demikian hal tersebut baru sebatas klaim dan belum terbukti kebenarannya.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

