Banyumas Raya

– Sesuai janji Mark Zuckerberg, Facebook akan menguji mencoba fitur kencan. Bos Facebook itu pertama kali mengumumkan fitur itu pada agenda konferensi pengembang bertajuk “F8” bulan Mei lalu.
Tepat empat bulan setelahnya, fitur yg meniru aplikasi kencan populer Tinder itu akan diuji mencoba di Kolumbia. Fitur kencan Facebook mulai mengandalkan algoritma yg didasarkan pada keterangan apapun yg dibagikan pengguna.
Misalnya keterangan tentang biografi, tempat bekerja, pendidikan, agama, tinggi badan, dan apakah mereka telah milik anak atau belum.
Sedikit berbeda dengan aplikasi dating seperti Tinder, Facebook Dating tak menyertakan gestur swipe (usap) buat memilih jodoh. Keserasian dipilih berdasarkan jawaban pertanyaan personal dan kecocokan foto.
Pengguna dapat menyaring perjodohan online mereka dengan menyesuaikan jarak dan kriteria lain. Facebook pun menyeidakan opsi gender non-binary dan transgender. Jika uji mencoba ini sukses, Facebook berjanji mulai menggulirkan fitur kencan ke negara lain.
“Kami ingin membuat produk yg membuat orang-orang ingat bahwa ada seseorang di balik profil itu dan kartu yg mereka lihat, jelas Produk Manager Facebook Dating, Nathan Sharp, sebagaimana Tekno rangkum dari CNBC, Senin (24/9/2018).
Lebih lanjut, Sharp ingin membuat sistem, agar pengguna tak sekadar mempertimbangkan foto profil saja. Beberapa fitur di Facebook Dating juga melarang penggunanya bagi saling menguntit.
Pengguna juga tak dapat mengirim pesan foto dan juga tak dapat mengikuti orang yg tak menanggapi mereka.
Baca juga: 200 Juta Pengguna Facebook Jomblo, Zuckerberg Ingin Carikan Jodoh
Cara Kerja Facebook Dating
Sharp mengatakan, fitur kencan telah lama dilirik Facebook.
“Kami tahu ada 200 juta orang yg mengaku jomblo (di Facebook),” sebut Sharp.
Untuk mengakomodasi pencarian jodoh buat 200 jutua pengguna itu, syarat usia minimal Facebook Dating adalah 18 tahun.
Tangkapan layar fitur Facebook DatingNantinya, pengguna dengan usia tersebut yg masih jomblo, mulai diundang bagi coba Facebook Dating, setelah bergulir di negara masing-masing. Perlu dicatat bahwa fitur ini mulai lebih dahulu menyasar aplikasi mobile di iOS dan Android.
Setelah pengguna memasukkan dua informasi, mereka harus melengkapinya dengan foto profil yg dipilih dari foto-foto yg sudah diunggah ke Facebook, ditandai oleh orang lain, atau foto lintas posting dari Instagram ke Facebook.
Pengguna juga wajib menyelesaikan 20 pertanyaan personal, misalnya “seperti apa hari yg sempurna menurut Anda” atau “Apa lagu yg terus membuat Anda ingin bernyanyi” dan sebagainya.
Setelah itu, pengguna dapat menyaring calon jodoh terdekatnya hingga jarak maksimal 100 kilometer. Nantinya, mereka dapat menelusuri lebih dalam melalui daftar jodoh yg disarankan (Suggested list), atau mmbuka “Events” dan “Group” yg mereka ikuti bagi melihat-lihat siapa kira-kira yg cocok.
Tentu saja, pengnguna yg sudah diblokir tak mulai ikut muncul, namun pengguna yg belum saling berteman, dapat jadi ikut bergabung.
Baca juga: Cerita Mark Zuckerberg Temukan Jodoh di Toilet
Untuk melihat opsi jodoh lain, pengguna cukup mengungkapkan seandainya mereka tak tertarik, atau pilih foto atau pertanyaan dari profil orang yg diincar, dahulu mengirimkan mereka pesan.
Mereka mampu mengirim teks atau emoji, namun tak dengan foto. Pesan mulai dikirim melalui menu khusus di Facebook Dating, bukan dialihkan ke Facebook Messenger.
Jika pesan bersambut, percakapan mulai geser ke tab “Conversation”. Dari sana, mereka dapat memilih, melanjutkan kencan online atau bertemu di dunia nyata.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

