Banyumas Raya

– Chip seri A yg biasa tertanam di iPhone dan iPad konon mulai terpasang pula di komputer Mac buatan Apple dalam dua tahun kedepan.
Kabar ini sebenarnya sudah terdengar sejak dua tahun lalu. Belakangan, analis industri Ming-Chi Kuo yg dikenal sebagai pembocor ulung soal produk-produk Apple mengulanginya lagi.
Kuo meramal bahwa Apple mulai mendepak prosesor Intel dari laptop MacBook sekitar tahun 2020 atau 2021, bagi menggantinya dengan chip berarsitektur ARM. Ada tiga hal yg disebutnya mendasari keputusan terseut.
Pertama, chip mobile sekarang semakin bertenaga dengan pengolah grafis mumpuni, prosesor khusus buat mengolah kecerdasan buatan, dan inti (core) CPU berjumlah banyak yang bekerja secara bergantian secara dinamis tergantung beban tugas pemrosesan.
Baca juga: 2018, Apple Siapkan Komputer Mac dan MacBook dengan Chip Khusus?
Alasan kedua, chip seri A yg dibenamkan di iPhone ketika ini memiliki kinerja kompetitif, setidaknya buat ukuran perangkat mobile.
Dengan mengganti prosesor Intel (arsitektur x86) dengan chip seri A (arsitektur ARM), Apple dapat menekan biaya produksi MacBook dengan lebih menyeragamkan komponen antara lini gadget mobile (iPhone, iPad) dengan MacBook.
Seperti dengan iPhone dan iPad, Apple mampu memiliki kontrol penuh secara end-to-end, mencakup semua komponen hardware dan software, terhadap komputer Mac.
Di samping itu, Apple sudah memiliki lisensi arsitektur ARM sehingga mampu bebas merancang CPU sendiri -yang berbasis ARM- berdasarkan kebutuhan.
Itu pula yg selama ini dikerjakan oleh Apple di chip seri A yg mengusung CPU custom racikan Apple, belakangan juga GPU hasil bikinan sendiri.
Baca juga: Permintaan Tinggi, Intel Kekurangan Stok Prosesor
Alasan ketiga, sebagaimana Tekno rangkum dari The Register, Sabtu (20/10/2018), Apple mampu mengurangi risiko produksi yg terhambat karena tergantung kepada Intel. Misalnya, saat baru-baru ini produksi chip Intel dilaporkan seret.
Beralih lagi?
Kalau memang benar terjadi, mungkin pada awalnya tak segala model MacBook mulai mendapat transisi chip dari Intel ke ARM. Apple boleh jadi mulai memulai dengan MacBook 12 inci yg tidak terlalu mementingkan kinerja dibanding seri MacBook Pro.
Secara kinerja, prosesor berbasis ARM memang masih jauh tertinggal dibanding prosesor Intel Core bagi desktop dan laptop. Tapi bukan tidak mungkin Apple mampu menerapkan optimalisasi buat mengejar ketertinggalan itu, atau paling tak memperkecil selisihnya.
Lalu ada persoalan sistem operasi Mac OS yg mesti dibuat agar dapat berjalan di ARM seperti iOS. Namun porting ini sebenarnya juga dapat dilakukan. Bukankah Microsoft juga membuat Windows 10 bagi arsitektur x86 dan ARM?
NexSTEP, sistem operasi nenek moyang Mac OS, aslinya memang dibuat agar portable dan mampu berjalan di berbagai arsitektur, entah x86, SPARC, atau PA-RISC.
Prosesor Intel sendiri sebenarnya juga hasil peralihan di Mac. Dulu, lini komputer desktop Mac dan laptop MacBook mengandalkan prosesor IBM PowerPC dengan arsitektur RISC. Baru pada 2006 Apple melakukan transisi produk-produk komputernya ke prosesor buatan Intel.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

