Banyumas Raya

Baru-baru ini, seorang hacker kedapatan menjual buku panduan perawatan pesawat drone yg digunakan oleh Angkatan Udara punya Amerika Serikat. Dilansir The Verge via Liputan6.com, Rabu (11/7), perusahaan teknologi internet yg bernama Recorded Future mendapati seseorang berusaha menjual dokumen militer di dark web.
- Bahas IT, KPU duduk bareng Menkominfo dan Cyber Crime Polri
- Sebelum beraksi, Cakil sempat peringatkan Bawaslu situs dapat di-hack
- Cakil, hacker situs Bawaslu sebut website resmi pemerintah mudah diretas
Sebagai bukti peretasan dan dokumen yg dijual asli, hacker tersebut mempublikasikan tangkapan layar dari apa yg ia bisa ke forum peretasan. Melalui penyelidikan selama berminggu-minggu, analis menentukan bahwa dokumen yg dijual itu adalah asli.
Diketahui, pelaku bisa mendapatkan dokumen tersebut melalui celah keamanan FTP di routerNetgear yg terpasang di pangkalan udara Creech. Pada 2016, peneliti keamanan siber menemukan kerentanan serupa pada router Netgear yg bisa diakses hacker dari jarak jaur (remote).
Setelah berhasil mendapatkan akses ke router, hacker mampu menyusup ke komputer punya kapten dan mencuri cache dokumen sensitif. Saat masuk, mereka mengambil buku manual pemeliharaan pesawat drone dan daftar penerbangan pilot yg ditugaskan ke unit drone Reaper di pangkalan.
“Meskipun buku-buku semacam itu tak diklasifikasikan sebagai materi rahasia, di tangan yg salah berpotensi membocorkan keterangan salah sesuatu pesawat paling canggih ke musuh,” kata Recorded Future.
Selain dokumen Reaper, hacker ini juga mencuri sejumlah dokumen militer yang lain yg sepertinya berasal dari pejabat Angkatan Darat AS atau Pentagon. Dokumen itu termasuk lebih dari lusinan manual latihan dan dua takti peleton tank. Hingga ketika ini, pihak militer masih belum menentukan sejauh mana aksi peretasan tersebut terjadi. Mereka berjanji mulai menyelidiki serangan itu.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Yuslianson [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

