Banyumas Raya

– Huawei yg tengah “dihajar” habis-habisan oleh Amerika Serikat, justru mendapat perlakuan berbeda dari pemerintah Rusia. Operator seluler terbesar di Rusia, yakni Mobile TeleSystem (MTS) dan Huawei sepakat akan membangun jaringan 5G.
Dalam perjanjian tersebut, MTS dan Huawei mulai akan mengembangkan dan menguji mencoba jaringan 5G pada tahun 2020 mendatang. Kesepakatan tersebut disaksikan segera oleh kedua pemimpin negara, yakni Vladimir Putin dan Xi Jinping.
Kesepakatan ini dikerjakan dalam kunjungan presidan China, Xi Jinping ke Moskow pada awal Juni 2019 lalu.
Perjanjian itu ditandatangani oleh Chairman Huawei, Guo Ping dan CEO MTS, Alexander Kornya. Menurut Kornya, kesepakatan ini yaitu kerja sama strategis buat launching jaringan generasi kelima dalam waktu dekat.
Baca juga: Ponsel Huawei Berikutnya Tidak Bisa WhatsApp, Facebook, dan Instagram
“Kami berdua memberi sebuah momentum bagi melakukan kerja sama strategis antara kedua perusahaan di bidang teknologi yg tinggi. Sehingga bisa membangun sebuah fondasi bagi peluncuran 5G komersial di Rusia dalam waktu dekat,” kata Kornya.
Dikutip Tekno dari Cnet, Selasa (11/6/2019), senada dengan Kornya, Guo Ping pun tampak optimistis dengan kerja sama ini. Guo mengatakan, Huawei memiliki lebih dari 16.000 paten yg mulai membawa perusahaan yang berasal China itu menjadi nomor sesuatu di segala dunia.
“Kami berharap bahwa upaya bersama ini mulai menolong Rusia memasuki era 5G dengan lebih cepat,” ungkapnya.
Kerja sama ini tentu membuat perang dingin antara Rusia dan Amerika Serikat menjadi lebih panas. Sebagaimana diketahui, Rusia dan Amerika Serikat adalah beberapa negara besar yg saling berseteru layaknya beberapa kutub yg berbeda.
Baca juga: 8 Fakta Penangguhan Lisensi Android Ponsel Huawei
Bagi Huawei, kesepakatan ini adalah angin segar di tengah tekanan dari Amerika Serikat. Pemerintah AS yg memasukkan nama Huawei ke dalam daftar hitam membuat Huawei tidak mampu membeli seluruh jenis komponen, baik software maupun hardware dari perusahaan AS tanpa seizin pemerintah setempat.
Kebijakan itu menjadi pukulan telak buat Huawei. Tak cuma menjadi sandungan untuk Huawei sebagai penyedia infrastruktur jaringan, divisi bisnis smartphone Huawei pun turut merasakan imbasnya.
Huawei berpotensi kehilangan lisensi Android yg diberikan oleh Google. Tak cuma itu, belum lama ini, sejumlah aplikasi dari Facebook pun mulai dilarang dipasang secara bawaan pada ponsel Huawei di masa depan.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

