Banyumas Raya

– Di ponsel dengan beberapa kamera atau lebih, salah sesuatu kamera mampu berperan sebagai depth sensor yang mengukur jarak subyek kamera bagi menerapkan efek bokeh. Subyek penting foto tampak fokus, sementara latar depan dan belakangnya buram.
Kecuali dua model tertentu seperti Google Pixel dan iPhone XR, ponsel berkamera tunggal biasanya tak memiliki fitur foto bokeh.
Baca juga: Rahasia iPhone XR Bisa Jepret “Bokeh” Meski Berkamera Tunggal
Untuk pengguna ponsel yg tidak memiliki kemampuan bokeh, jangan berkecil hati karena ada cara gampang bagi memperoleh efek visual serupa, yakni dengan menggunakan aplikasi bernama Dpth.
Aplikasi ini memakai kecerdasan buatan (AI) bagi menerapkan berbagai jenis simulasi bokeh alias efek depth of field.
Dibandingkan dengan aplikasi sejenis, seperti DLSR Blur atau Photo Blur, Dpth tak dijejali dengan iklan di dalam antarmuka aplikasi. Dpth sendiri mampu diunduh secara gratis melalui Play Store (Android) dan App Store (iOS).
Baca juga: Foto Instagram Stories Kini Bisa Diberi Efek “Bokeh”
Bagaimana cara memakainya bagi memberikan efek bokeh pada foto? Simak langkah-langkah yg dirangkum Tekno dari Lifehacker, Selasa (5/3/2019), berikut.
1. Unduh aplikasi Dpth di Play Store atau App Store, kemudian jalankan aplikasi tersebut. Setelah dibuka, pengguna mulai disodorkan halaman penting dari aplikasi Dpth yg mirip aplikasi kamera di smartphone.
2. Di tampilan ini, pengguna mampu menjepret foto baru atau atau memakai gambar yg tersimpan di galeri foto ponsel masing-masing. Jepret sebuah foto baru atau pilih foto yg terseimpan di galeri ponsel.
Ilustrasi langkah 1 aplikasi Dpth3. Setelah itu, tunggu dua detik agar Dpth mampu memproses foto tersebut. Proses ini, biasanya berjalan selama 10 detik hingga 1 menit, tergantung ukuran foto dan hardware ponsel.
4. Setelah Dpth selesai melakukan pemrosesan foto, pengguna mulai disodorkan oleh tiga opsi terkait penerapan efek blur pada gambar, merupakan “Depth”, “Range”, dan “Blur”.
Opsi “Depth” berfungsi bagi memperkirakan titik fokus subyek berdasarkan persentase pada bagian foto yg mulai diburamkan secara horizontal. Angkanya akan dari 0 persen (bagian foto paling bawah) hingga 100 persen (bagian foto paling atas).
Ilustrasi langkah 2 aplikasi Dpth5. Pengguna pun dimudahkan bagi memilih titik tersebut dengan sekali ketuk pada gambar dan persentase “Depth” pun secara otomatis mulai disesuaikan oleh Dpth.
Pada gambar yg Tekno pilih, angka “Depth” berkisar di 35 persen, artinya mendekati posisi tengah gambar.
6. Sesudah mengatur titik mana yg mulai dibubuhkan efek bokeh, pengguna kemudian mampu mengatur beberapa opsi lainnya, “Range” dan “Blur”.
“Range” berfungsi bagi mengatur tingkat kedekatan antara objek yg ingin diberikan efek dengan objek di belakangnya.
Semakin tinggi angka range, semakin jauh depth of field atau jangkauannya. Untuk memaksimalkan efek bokeh, ada baiknya persentase “Range” diatur 0 persen saja.
Sementara “Blur”, seperti namanya, berfungsi buat mengatur intensitas efek buram di sekeliling foto. Semakin tinggi persentase “Blur”, semakin buram pula objek di sekeliling titik “Depth”.
Berbeda dengan “Range”, buat memaksimalkan efek bokeh, Tekno menyarankan pengaturan “Blur” berada di kisaran 70 hingga 100 persen.
Ilustrasi langkah 3 aplikasi Dpth7. Setelah selesai mengatur tiga opsi tersebut, pengguna dapat membagikan gambar tersebut ke platform jejaring sosial atau e-mail atau cloud drive.
Sayangnya, tak ada tombol bagi menyimpan gambar di memori ponsel. Namun, bagi mengakalinya, pengguna dapat memakai cloud drive, seperti Google Drive, atau mengirim foto yg telah diburamkan tersebut melalui e-mail masing-masing pengguna.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

