Banyumas Raya

Terkait kebocoran data Facebook yg menyalahgunakan data 87 juta pengguna, salah sesuatu kabar buruknya adalah tak segala pengguna mendapatkan notifikasi apakah mereka jadi salah sesuatu pemilik data Facebook tersebut. Jika Anda termasuk yg belum mendapatkan notifikasi ini di News Feed, sebenarnya ada cara sederhana buat mengeceknya.
Mengutip The Verge, Kamis (12/4/2018), pusat bantuan Facebook kini memiliki bagian yg mulai memberi tahu ke pengguna apakah mereka terdampak penyalahgunaan data ini atau tidak.
Caranya dengan membuka tautan ini. Setelah kamu membukanya, terdapat keterangan di sebuah kotak.
Jika data kamu tak termasuk data pengguna Facebook yg disalahgunakan, kamu mulai mendapatkan notifikasi.
“Berdasarkan riwayat kami, baik kamu maupun teman-teman kamu tak ada yg log-in ke ‘This Is Your Digital Life.”
Sebagai hasilnya, sepertinya tak ada keterangan Facebook kamu yg dibagikan dengan Cambridge Analytica melalui ‘This Is Your Digital Life’.”
Sementara, mereka yg keterangan pribadinya disalahgunakan, mulai diminta bagi mengubah pengaturan aplikasi.
Hapuslah aplikasi yg tidak digunakan
Selain itu mereka juga disarankan buat memeriksa daftar aplikasi pihak ketiga yg terhubung dengan Facebook dan memastikan buat menghapus yg tak lagi digunakan.
Facebook tak memberitahukan kepada pengguna tentang identitas teman yg memakai aplikasi “thisisyourdigitallife.”
Kini, Facebook mengimplementasikan perubahan platformnya buat mencegah aplikasi lainnya menyalahgunakan data pengguna di masa depan.
Perusahaan kini juga mencari tahu aktivitas mencurigakan dari pengembang dan mengauditnya. Hal ini mengikuti perubahan pembatasan aplikasi serupa yg dibuat pada 2014.
1 juta pengguna Indonesia jadi korban
Dalam informasi resminya, Facebook mengungkap keterangan dari sekira 87 juta pengguna sudah digunakan secara tak layak oleh perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica.
Sebagian besar yaitu data pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS), dan Indonesia juga termasuk tiga besar yg menjadi korban kebocoran Data FacebookData Facebook.
Sebanyak 70,6 juta akun yg disalahgunakan berasal dari AS, Filipina berada di posisi ke beberapa dengan 1,2 juta dan Indonesia dengan 1 jutaan akun. Dari total jumlah akun yg disalahgunakan, 1,3 persen adalah punya pengguna di Indonesia.
“Total, kita percaya keterangan dari 87 juta orang di Facebook, sebagian besar di AS, sudah dibagikan secara tak layak dengan Cambridge Analytica,” tulis Facebook dalam informasi resminya.
Negara-negara yang lain yg juga menjadi korban adalah Inggris, Meksiko, Kanada, India, Brasil, Vietnam dan Australia. Meski demikian, Facebook mengaku tak tahu rincian Data FacebookData Facebookyang diambil dan jumlah pasti akun yg menjadi korban.
Sumber:Liputan6.comLiputan6.com [idc]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

