Banyumas Raya

Startup ritel Warung Pintar luncurkan program High Impact CSR (corporate social responsibility) yg bertujuan bagi menjembatani perusahaan-perusahaan dan brand besar dalam menyasar masyarakat menengah ke bawah. Lewat mitra-mitra Warung Pintar yg tersebar di berbagai pemukiman masyarakat di Jabodetabek, Warung Pintar ingin mendorong perusahaan buat mengoptimalkan dana CSR agar tepat sasaran, berdampak, terukur, dan berkelanjutan.
- Potensi keuntungan usaha rintisan bidang perikanan masih besar
- Kembangkan bisnis, pelaku industri perikanan diminta manfaatkan teknologi
- Tekan pengangguran, Kemnaker hadirkan ruang inovasi penciptaan perusahaan startup
Warung Pintar berangkat dengan misi bagi memadukan ciri khas warung tradisional yg sudah menjadi bagian utama dalam keseharian masyarakat menengah ke bawah, dengan teknologi ritel modern. Startup ritel ini, dibesut oleh para veteran startup Indonesia seperti Agung Bezharie (mantan Investment associate East Ventures), Sofian Hadiwijaya (mantan VP of Business Intelligence GO-JEK), dan Harya Putra (mantan Expansion Head EV Hive), berhasil menggaet sejumlah kios-kios tradisional dan memodifikasinya menjadi warung berbasis teknologi dengan mengedepankan beberapa pilar merupakan Internet of Things (IoT) dan big data analytics.
Berbekal misi tersebut, Warung Pintar mengalami pertumbuhan yg sangat pesat. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Agustus 2017, Warung Pintar sudah berhasil menggaet 196 mitra warung yg tersebar di wilayah Jabodetabek, dengan pertumbuhan jumlah warung per bulan yg mencapai 160% sejak Q1 2018. Startup yg menyasar pangsa menengah ke bawah ini juga mendapatkan suntikan dana sebesar US$4.000.000,- (sekitar 57 miliar rupiah) dari berbagai investor.
Warung Pintar ingin coba membuka peluang untuk warung tradisional buat menerapkan sistem retail modern, dengan semua fasilitas yg menunjang peningkatan pendapatan warung, terang Jiwo Damar, Social Impact Project Manager Warung Pintar dalam keterangannya, Jumat (6/7).
Kami memberikan teknologi yg menunjang proses bisnis di warung-warung tradisional, akan dari pemesanan, pencatatan, penjualan barang, serta fasilitas-fasilitas berbasis teknologi lainnya. Warung Pintar juga disertai dengan program-program yg secara spesifik menyasar komunitas-komunitas di sekitar warung tradisional tersebut, tambahnya.
Program High Impact CSR lewat Warung Pintar adalah salah sesuatu program yg diusung oleh startup ritel tersebut. Program ini diluncurkan pertama kali di bulan Juni 2018, dan sudah menjalin kerjasama dengan dua brand dan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.
Berdasarkan riset kualitas CSR yg dilansir dari SWA, Indonesia masih berada di peringkat terbawah dalam pelaksanaan CSR di 7 negara Asia. Menurut Jiwo, program CSR lewat Warung Pintar mampu memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut dalam mendayagunakan dana CSR dan mengukur dampak program tersebut pada masyarakat menengah ke bawah.
Salah sesuatu program CSR yg kita jalankan baru-baru ini adalah Gerakan 10.000 Takjil yg bekerja sama dengan BNI lewat program BNI Berbagi. Selain bisa secara segera menjangkau masyarakat, pemberian dana CSR tersebut juga mampu terukur dengan baik karena setiap takjil gratis yg diberikan kepada masyarakat lewat mitra Warung Pintar, barcode-nya di-scan terlebih lalu dengan teknologi yg ada di warung. Dari hasil scan itulah, kami mendapatkan data mengenai macam takjil apa yg diberikan, berapa harga beli dan jualnya, sampai berapa takjil yg dibagikan di hari itu, jelas Jiwo. [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

