Banyumas Raya

Kaspersky Lab baru saja merilis hasil surveinya mengenai dampak dari keteledoran pengguna smartphone. Khususnya soal kata sandi.
- Ketika diplomasi digital jadi tools lindungi WNI di luar negeri
- Ririek Adriansyah ditunjuk jadi Ketua ATSI periode 2018-2021
- Huawei sebut dukung 3 industri ini lakukan transformasi digital
Berdasarkan data tersebut, perusahaan software keamanan dunia itu menyebutkan bahwa 48 persen responden surveinya dianggap gagal melindungi perangkat seluler mereka. Hanya 22 persen dari total responden yg memahami terhadap hal itu.
Ini salah sesuatu kekhawatiran yg kita angkat, yakni mereka yg kerap meninggalkan perangkatnya dengan data berharga di dalamnya, karena tak terlindungi maka bisa diakses oleh siapa saja, jelas Dmitry Aleshin, VP Pemasaran Produk Kaspersky Lab melalui informasi resminya, Jumat (13/7).
Bayangkan kalau pencopet yg mencuri telepon pintar dapat mendapatkan lebih dari sekadar gawai, tetapi juga data pribadi pengguna, tambah dia.
Aleshin menyampaikan hal itu bukan tanpa alasan. Kata dia, berbagai macam data berharga disimpan, dan dikirim dari perangkat tersebut. Misalnya, lebih dari sepertiga atau sekitar 35 persen orang memakai telepon pintar mereka buat melakukan transaksi perbankan online, yg tentu saja memberikan akses ke keterangan keuangan yg berharga.
Selain itu, 57 persen orang secara teratur memakai telepon pintar mereka buat mengakses akun email pribadi dan 55 persen menyampaikan mereka menggunakannya buat aktivitas media sosial, di mana keduanya memiliki jumlah data sensitif yg tak sedikit.
Meski sebagian kecil orang telah sadar betapa pentingnya keamanan data di smartphone-nya, tapi tak terus membuat orang sadar dan perlu bagi mengamankannya. Hasil surveinya itu menyebutkan bahwa cuma 14 persen dari responden yg mengaku sadar soal keamanan yg mengenkripsi file dan folder bagi menghindari akses tak diinginkan.
Jadi, seandainya perangkat yg tak terlindungi jatuh ke tangan yg salah, seluruh data akan dari akun pribadi, foto, pesan bahkan detil keuangan bisa diakses oleh orang lain, ungkapnya.
Terlepas dari itu, menurutnya, ada dua hal sederhana yg bisa dikerjakan seluruh orang bagi mengamankan perangkat dan data yg mereka miliki.
Dengan membuat pengaturan kata sandi dan memakai solusi keamanan khusus, termasuk perlindungan anti pencurian, pengguna smartphone bisa melindungi keterangan pribadi, foto, dan akun daring dari kehilangan dan penggunaan ilegal dari orang yg tak bertanggung jawab. [dzm]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

