Banyumas Raya

– Pemerintah Australia melarang beberapa vendor yang berasal China, Huawei dan ZTE buat memboyong jaringan 5G ke negara tersebut.
Padahal, Huawei sebelumnya sudah sesumbar mulai mengkomersilkan ponsel 5G pertamanya pada bulan Maret tahun depan.
Pelarangan ini terkait ancaman keamanan nasional yg dkhawatirkan pemerintah negeri kangguru itu.
Beberapa waktu lalu, pemerintah Australia mempermasalahkan pedoman keamanan jaringan 5G, meskipun tak menyebut secara spesifik vendor Huawei dan ZTE atau vendor yang berasal China lain.
Namun pemerintah Australia menunjuk ke “semua vendor yg cenderung menjadi subjek ekstra yudisial dari pemerintah asing yg bertentangan dengan hukum Australia”, yg disebut berisiko membawa ancaman keamanan nasional.
Keterangan bertentangan dengan hukum Australia tersebut kemungkinan merujuk pada aturan yg berlaku di China. Aturan tersebut memberikan jalan untuk intelijen China bagi mengawasi dan menginvestigasi individu dan institusi dalam maupun luar negeri.
Hal ini memungkinkan badan intelijen China bagi menyita properti dan memobilisasi individu atau organisasi bagi melakukan spionase. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh perusahaan, termasuk Huawei, ZTE, dan vendor China lainnya.
Baca juga: Smartphone 5G Huawei Dijadwalkan Hadir Tahun Depan
Dalam pedoman kemanan baru, pemerintah Australia menyatakan seandainya perbedaan pengoperasian jaringan 5G dibanding generasi sebelumnya, membawa negara mereka ke risiko ancaman nasional baru.
“Arsitektur baru ini memberikan cara baru buat menghindari kontrol keamanan tradisional dengan mengeksploitasi perlengkapan jaringan yg bisa mengganggu kerahasiaan data pelanggan,” jelas Kementrian Komunikasi dan Seni Australia, seperti dirangkum Tekno dari Tech Crunch, Jumat (24/8/2018).
Lebih lanjut, pemerintah mengingatkan kembali seandainya warga dan pemerintah Australia kerap menjadi sasaran kejahatan siber.
“Pemerintah tak menemukan kombinasi teknik kontrol kemanan yg mumpuni buat menangani risiko,” lanjut pemerintah dalam rilisnya.
Menanggapi pemblokiran ini, Huawei menyatakan pihaknya sudah memiliki teknologi nirkabel yg diklaim aman berjalan di Australia selama 15 tahun.
We have been informed by the Govt that Huawei & ZTE have been banned from providing 5G technology to Australia. This is a extremely disappointing result for consumers. Huawei is a world leader in 5G. Has safely & securely delivered wireless technology in Aust for close to 15 yrs
— Huawei Australia (@HuaweiOZ) 22 Agustus 2018
“Kami baru saja diinformasikan oleh pemerintah bahwa Huawei dan ZTE sudah dilarang bagi membawa teknologi 5G ke Australia. Ini sangat mengecewakan untuk konsumen. Huawei adalah pemimpin teknologi 5G. Memiliki keamanan dan jaminan teknologi nirkabel di Australia buat hampir 15 tahun”.
Baca juga: Ponsel Huawei dan ZTE Dilarang Dijual di Sekitar Markas Militer AS
Perwakilan Huawei di Australia, John Lord mengatakan, pihaknya sudah mengantongi pedoman legal. Pedoman tersebut menyatakan bahwa operasi Huawei di Australia tak terikat pada undang-undang China dan menolak menyerahkan data apapun yg melanggar hukum Australia ke pemerintah China.
Ia menyampaikan seandainya dilarangnya jaringan 5G mulai berdampak buruk buat bisnis lokal dan para pengguna karena terbatasnya akses. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, ZTE masih belum memberikan keterangan.
Sebelum Australia, Amerika Serikat juga membatasi peredaran beberapa vendor tersebut. Alasan yg dipakaipun serupa yakni dugaan spionase melalui perangkat produk vendor China.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

