Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

— Kasus pencurian data Facebook oleh firma analis Cambridge Analytica masih segar di ingatan. Lantas, kini muncul insiden baru yg sama mencekamnya.
Sebanyak 50 juta akun Facebook diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab. Facebook baru mengetahuinya pada Selasa (25/9/2018) lalu.
Hal ini diumumkan Vice President of Product Management Facebook Guy Rosen melalui blog resmi sang raksasa jejaring sosial pada Jumat (28/9/2018) kemarin.
“Tim engineer kalian menemukan isu keamanan yg berdampak pada 50 juta akun. Kami menanggapi ini dengan serius dan ingin segala orang tahu apa yg terjadi. Kami juga mengambil tindakan cepat buat melindungi keamanan,” kata dia.
3 celah keamanan
Menurut Rosen, peretasan ini dikerjakan melalui eksploitasi tiga celah (bug) pada Facebook sejak 2017 lalu. Yang paling pertama ditemukan adalah celah pada “View As”, yakni fitur privasi buat melihat seperti apa profil mereka di mata orang lain.
Baca juga: Facebook Pastikan Data Pengguna Indonesia Tak Dipakai Cambridge Analytica
Gara-gara celah ini, peretas kemudian mampu mencuri token akses bagi menguasai akun pengguna. Token akses ini sifatnya seperti kunci digital yg menjaga pengguna dalam kondisi logged in sehingga tidak perlu berulang kali memasukkan username dan password.
Celah kedua terdapat pada tool pengunggah video pada Facebook, sebagai tindak lanjut dari celah pertama. Gara-bara celah ini, pengguna terdorong mengunggah video ulang tahun padahal dalam keadaan View As.
Normalnya, pengguna tidak mampu melakukan aksi apa-apa saat dalam kondisi View As. Hal ini kemudian mendorong munculnya celah ketiga.
Celah ketiga lebih rumit, karena saat pengunggah video muncul pada View As, token akses bukan lagi dimiliki pengguna sebagai pelihat (viewer). Token akses mampu pula diakses oleh orang yg disimulasikan pada View As.
“Kombinasi dari tiga celah ini yg menjadi kelemahan dan dimanfaatkan peretas,” kata Guy Rosen.
Langkah antisipasi
Facebook mengambil tindakan cepat dengan mereset token akses pada 90 juta akun, terbagi atas 50 juta akun yg terdampak dan 40 juta akun yg rentan. Fitur VIew As pun bagi sementara dimatikan selama masa penyelidikan.
Hingga kini, penyelidikan selalu digencarkan. Facebook belum mampu mengidentifikasi siapa peretas yg memanfaatkan celah dan di mana basis mereka.
Layanan yg didirikan Mark Zuckerberg ini juga meminta maaf kepada segala pengguna. Menurut Facebook, pihaknya menjunjung tinggi keamanan pengguna dan mulai selalu berupaya meningkatkan layanannya.
.
.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru...
Netflix mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli aset film dan layanan streaming...
Gelombang tsunami terkenal sulit dideteksi saat bergerak cepat di lautan lepas menuju...